by

Dua Hari Mau Menikah Sang Pria Malah Bunuh Diri

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Rencana hendak menikah dua hari lagi, Muh Alfarizi (20), warga Jalan Seram Bawah, Gang Selamat, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar justru memilih untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Rabu (5/8). Sementara undangan pernikahan sudah disebarkan kepada kerabat maupun sanak family.

Ayah korban, Karmidin pun tidak menyangka atas kematian anaknya karena sepengetahuannya korban tidak memiliki masalah. Sebelum meninggal, korban sudah sempat keluar rumah sekitar pukul 6.00 WIB, dan kemudian balik lagi ke rumah. Menurut Karmidin, korban tidak biasanya bangun cepat. “Tidak pernah itu bangun pagi. Kalau mau kerja saya bangunin dulu dia (korban),” terangnya dengan sedih.

Ayah korban mengaku kalau anaknya tersebut merupakan pendiam dan selama ini bekerja sebagai buruh bangunan. Karmidin mengaku terpukul atas peristiwa ini karena undangan pernikahan anak pertamanya tersebut sudah disebarkan, bahkan kebutuhan makanan untuk acara pernikahan akan dibeli hari ini.

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan mengatakan, sebelum bunuh diri, sang pria masih sempat menghubungi calon istrinya, Dessy Zulyanty Tanjung (22) warga Jalan Batalyon, Kelurahan Bulit Sofa, Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar. Korban mengatakan akan datang ke rumah Dessy. Dessy mengiakan dan menunggu kedatangan calon suaminya tersebut.

Sayangnya, korban tak kunjung tiba walau Dessy sudah menunggu lama. Sehingga Desi memilih mendatangi rumah kekasihnya itu. Tiba di rumah, Dessy sempat mencari keberadaan korban hingga ke kamar. Dessy pun pergi ke bagian dapur dan ia kaget tak karuan karena pria yang sudah dipacarinya enam tahun itu tergantung dengan seutas tali di leher.

Dessy sempat berteriak meminta tolong dan seketika ayah korban datang. Dessy dan ayah sangat berharap korban dapat diselamatkan sehingga dengan cepat memutus tali sekaligus menurunkannya. Namun setelah dicek korban telah meninggal dunia. Melihat situasi itu, polisi sempat berencana membawa korban untuk divisum maupun di autopsi. Namun pihak keluarga melarangnya dengan membuat surat pernyataan yang diketahui oleh Lurahan Bantan. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *