by

Usai Rampok Teman Akrab Tersangka Datang ke Polres, Ada Apa?

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Sempat berusaha bersembunyi usai melakukan penganiayaan dan perampokan terhadap teman akrabnya sendiri, TRM akhirnya mendapat tempat tinggal baru di Polres Pematangsiantar. Tersangka yang tercatat warga Afdeling C Toba Sari Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, tersebut diserahkan pihak keluarganya, Senin (3/8).

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edu Sukamto mengatakan bahwa tersangka diserahkan keluarga  sekitar pukul 3.00 WIB. Namun sebelumnya pihak Polres Pematangsiantar pun sudah sempat mencari tersangka setelah menerima laporan dari korban. Atas kasus dugaan tindak kejahatan tersebut, tersangka dikenakan pasal 365 KUH-Pidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau Curas.

“Kita sempat mencari ke rumah dan tempat-tempat keramaian di Pamatang Sidamanik. Tapi, pelaku tidak ada. Dan sejauh ini pelaku masih dimintai keterangan lebih lanjut soal kejadian itu,” kata Edi sembari memebenarkan bahwa antara korban dan tersangka masih kenal akrab dan selema ini sering minum kopi bersama di salah satu warung yang ada di seputaran Stasiun Kereta Api, Jalan Kartini, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat.

Hasil dari pemeriksaan sementara, kata Kasat Reskrim, pemuda berusia 25 tahun itu mengakui perbuatannya dan motif utamanya hanya ingin memili barang berharga sebagaimana dimiliki korban. Sayangnya, tersangka malah sudah menjual seluruh barang hasil rampokannya.

Sebelumnya, seorang pensiunan PNS, Indra Bakti Lubis menjadi korban perampokan dan penganiayaan setelah pelakunya diajak tidur ke rumah, Selasa (28/7) pagi. Peristiwa terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, tiba-tiba bertemu dengan tersangka dan meminta ingin ikut ke rumah korban. Saat itu tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

Setibanya di rumah, korban memasak mie karena tersangka meminta dengan alasan lapar. Usai menyantap mie instan pelaku langsung istirahat tidur di kursi sofa ruang tamu. Korban yang tinggal di Jalan Ring Road Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, itu berpesan bahwa dirinya hendak menjemput kakak kandungnya Wilda Lubis sekitar pukul 9.00 WIB dari daerah Timbang Galung. Namun korban tidak sempat menjemput karena kakaknya tersebut sudah lebih dahulu tiba. Mengetahui itu, korban pergi ke kamar karena merasa mengantuk.

Belum lama terpejam korban tersentak dan bangun dari tidurnya karena mendengar suara air yang berisik dari arah kamar mandi. Ternyata pelaku sedang cuci muka dan tersangka meminta korban mengambil handuk, dan saat mengambil handuk, tiba-tiba korban dipukul. Masih mencoba melawan, namun tersangka malah mencekik leher dan membenturkan kepada korban ke lantai hingga mengeluarkan darah segar.

Ketika tersangka melumpuhkan korban, dalam kesempatan itu kakak korban sempat mendengarkan suara ribut sehingga menghampiri asal suara. Tepatnya di dalam kamar, tersangka sudah mengangkat parang dan mengancam Wilda, dan tanpa kompromi Wilda di minta menunjukkan barang berharga. Usai mengusai beberapa barang berupa uang Rp 2,5 juta, handphone serta 3  buah cincin emas, tersangka mendesak Wilda masuk kamar. Di sana kakak beradik itu dikunci dan sejam kemudian baru diselamatkan warga sekitar. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *