by

Dikasih Tumpangan Tidur dan Makan Malah Merampok Teman Akrab

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Seorang pensiunan PNS, Indra Bakti Lubis menjadi korban perampokan dan penganiayaan setelah pelakunya diajak tidur ke rumah. Pria berusia 62 tahun tersebut terpaksa mendapat penanganan medis sebelum kemudian melaporkan kasus tersebut, Sabtu (1/8).

Peristiwa naas itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, tiba-tiba bertemu dengan tersangka, Selasa (28/7) pagi. Keduanya selama ini saling kenal dan sering satu meja minum kopi di warung yang ada diseputaran Stasiun Kereta Api, Jalan Kartini, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat. Dan sebelum kejadian pun mereka bertemu masih di sekitar stasiun.

Sebagaimana layaknya berteman, korban tidak menaruh curiga ketika tersangka meminta turut ikut ke rumah menumpang tidur. Dengan santai korban memboncengnya. Setibanya di rumah, korban memasak mie karena tersangka meminta dengan alasan lapar. Usai menyantap mie instan pelaku langsung istirahat tidur di kursi sofa ruang tamu.

Korban yang tinggal di Jalan Ring Road Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, itu berpesan bahwa dirinya hendak menjemput kakak kandungnya Wilda Lubis sekitar pukul 9.00 WIB dari daerah Timbang Galung. Namun korban tidak sempat menjemput karena kakaknya tersebut sudah lebih dahulu tiba. Mengetahui itu, korban pergi ke kamar karena merasa mengantuk.

Belum lama terpejam korban tersentak dan bangun dari tidurnya karena mendengar suara air yang berisik dari arah kamar mandi. Ternyata pelaku sedang cuci muka dan tersangka meminta korban mengambil handuk.

Tidak disangka, korban tiba-tiba diserang, bagian kepala dipiting dan diseret. Korban berusaha melawan dan mengetahui reaksi itu, tersangka memberturkan kepala korban ke lantai serta memukulinya. Bahkan tersangka mencekik leher korban hingga sulit bernafas dan terkapar berlumuran darah.

Ketika tersangka melumpuhkan korban, dalam kesempatan itu kakak korban sempat mendengarkan suara ribut sehingga menghampiri asal suara. Tepatnya di dalam kamar, tersangka sudah mengangkat parang dan mengancam Wilda, dan tanpa kompromi Wilda di minta menunjukkan barang berharga. Usai mengusai beberapa barang berupa uang Rp 2,5 juta, handphone serta 3  buah cincin emas, tersangka mendesak Wilda masuk kamar. Di sana kakak beradik itu dikunci.

Sekitar satu jam mereka terkurung dan berteriak meminta tolong. Bersyukur ada warga sekitar sedang melintas mendengarkan teriakan korban dan dengan cepat warga membongkar pintu. Warga juga langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Tentara dan opname beberapa hari. Usai sembuh baru melaporkan kasus itu.

Polisi sendiri sudah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berdasarkan keterangan korban, ciri-ciri pelaku sudah didapatkan. Antara lain, tersangka bermarga Manik dengan panggilan akrab Pak Best,  badan tegap dan rambut cepak. Menurut korban, tersangka tinggal di Sidamanik dan sering bermain ke Jalan Mataram 1 dengan pekerjaan sebagai sopir. (Man).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *