by

Dilaporkan Menganiaya Warga, Oknum DPRD Labusel Bebas Pulang Usai Diperiksa Polisi

Labusel, Kabarnas.com – Sempat mangkir dari panggilan pertama, anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) berinisial IM, yang dilaporkan seorang warga karena diduga telah melakukan penganiyaan, akhirnya diperiksa polisi, Kamis (30/7) setelah mendapat surat panggilan kedua.

Politisi PDI Perjuangan berusia 27 tahun tersebut datang dan diperiksa sekitar 5 jam, mendapat pendampingan hukum dari empat orang pengacaranya. IM diperiksa masih sebatas saksi bersama dengan tiga orang temannya. Dan usai pemeriksaan belum ada satu pun ditetapkan sebagai tersangka dan malah diperbolehkan pulang. Mereka bebas meninggalkan Polres Labuhanbatu sekitar pukul 20.20 WIB.

Mengenai hasil pemeriksaan hari ini, Kasat Reskrim Labuhanbatu AKP Parikhesit belum mau memberikan penjelasan mendeteil dengan alasan, bahwa perkara tersebut masih dalam proses penyidikan. AKP Parikhesit pun belum mau menjawab sejumlah pertanyaan dari beberapa jurnalis, salah satunya adalah tentang jadwal pemeriksaan selanjutnya

Untuk diketahui, Muhammad Jefry Yono selaku korban mengaku mendapat perlakukan kekerasan yang membuat sebagian tubuhnya luka lebam bagian wajah, kepala, dada, punggung, perut hingga jari kaki kiri sakit setelah orang yang dilaporkan itu mencabut paksa kukunya. Tindakan itu membuat korban mengalami trauma yang mendalam.

Jefry menjadi korban penganiayaan berat diduga dilakukan IM bersama tiga orang rekannya terkait perselisihan peminjaman sepeda motor tanggal 28 Juni 2020. Sekitar dua minggu kemudian, orangtua korban, yakni 9 Juni 2020, Arabaiyah melaporkan kasus ini ke Polres Labuhanbatu dengan STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH.

Pengaduan terbilang lambat dilakukan lantaran korban belum bisa keluar dari rumah sakit dan mengalami trauma. Dana atas perkara itu, terlapor disangkakan melanggar KUHP Pasal 353 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun, kemudian Pasal 170 ayat 2 yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *