by

Seluruh Dewan Pengawas Mengundurkan Diri, PD-PAUS Menuju Pembubaran

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Setelah dilantik satu tahun, tepatnya 11 Juni 2019 yang lalu, tiga Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Pembangunan Aneka Usaha Daerah (PD-PAUS) Kota Pematangsiantar, malah memilih mundur. Ketiganya adalah Herri Okstarizali, Asrul Sani dan Kaliaman Sitio. Hal ini dibenarkan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota pematangsiantar, Zainal Siahaan saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (30/7).

Zainal Siahaan mengatakan, ke tiga Dewan Pengawas tersebut mengajukan pengunduran diri sekitar dua minggu yang lalu dan ia sendiri sudah menerima berkasnya, tetapi sampai sekarang ini belum masuk ke meja kerja walikota. “Pengajuan pengunduran diri itu kalau disetujui walikota, tapi sampai saat ini belum ada,” ucapnya.

Keuangan PD-PAUS yang tidak baik, tambah Zainal, sangat berpeluang untuk dibubarkan, apalagi hasil audit BPK, perusahaan yang didirikan sejak tahun 2014 silam tersebut sudah mengalami kerugian sekitar Rp 30 miliar. “Sekarang ini PD-PAUS sedang dievaluasi dalam hal kinerja, pencapaian, keuangan dan lainnya. Inspektoran pun sudah melakukan audit. Kita kan belum dapat hasil audit, boleh jadi nanti mengarah ke sana (membubarkannya). Apalagi kalau melihat dari laporan dan alasan-alasan dari Dewan Pengawas yang mengundurkan diri itu, karena merugi terus,” terangnya.

Sekarang ini Pemko Pematangsiantar sangat berharap agar Dewan Pengawas PD-PAUS tidak mengundurkan diri agar memudahkan pelaksanaan audit. “Karena ini sedang dievaluasi, kita berharap mereka jangan mengundurkan diri dulu agar memudahkan kita melakukan evaluasi. Kalau mereka sudah mengundurkan diri, kita nanti sulit meminta masukan-masukan karena sudah terputus komunikasi,” katanya.

Zainal Siahaan kembali menekankan, selama ini PD-PAUS masih memiliki aktivitas kerja tetapi pencapaian keuangan tidak sesuai dengan harapan. Adapun alasan pengunduruan diri mereka, kata Zainal Siahaan, akibat ketidakmampuan jajaran Direksi PD-PAUS memanfaatkan dana suntikan dari APBD. “Dengan adanya penyertaan modal yang sudah beberapa tahun, diharapkan memberi mamfaat. Baik terhadap masyarakat, dari segi penyerapan tenaga kerja, adanya usaha dan aktivitas ekonomi. Tapi ini kan tidak seperti yang direncanakan sebelumnya,” jelasnya.

Zainal Siahaan mengaku, menolak permintaan pengunduran Dewan Pengawas PD-PAUS sangatlah sulit apalagi dengan situasi yang mereka alami. “Kita tidak bisa menolak, apalagi selama ini mereka tidak pernah dapat honor. Tapi paling tidak kita berharap bisa tetap menjadi Badan Pengawas,” terangnya dengan menegaskan bahwa Pemko Pematangsiantar tidak bisa memberikan sanksi kepada Dewan Pengawasan tersebut, apalagi hak-hak mereka tidak dapat terpenuhi. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *