by

Cari Lidi Demi kebutuhan Ekonomi, Seorang Kakek Tewas Ditimpah Pohon Sawit PTPN IV

Simalungun, Kabarnas.com – Seorang kakek menghembuskan nafas di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatare Utara, diduga akibat kelalaian pihak perusahaan melalui rekanan saat proses penebangan pohon kelapa sawit. Korban bernama Paulus Sinaga (70) tertimpah pohon sawit dan nyawanya tidak tertolong. Hal ini dibenarkan Kapolsek Tanah Jawa Kompol Syamsul Baharuddi melalui Kasi Humas, Ipda Laidin Manik, Selasa (28/7).

Ipda Laidin Manik mengatakan, korban dan istrinya merupakan warga Kampung Glugur, desa atau Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatanduhan. Sebelum kejadian pasangan suami istri tersebut sedang mencari lidi untuk menutupi kebutuhan ekonomi dari pohon sawit yang telah tumbang. Dalam waktu bersamaan rekanan PTPN IV Tanah Jawa sedang bekerja menggunakan alat berat Eskavator. Sisa pohon yang mau ditumbang hanya satu.

Ipda Laidin Manik mengatakan, sebelum pohon roboh, korban dan istrinya sudah diminta untuk menjauh. Namun tidak tahu bagaimana ceritanya sehingga kemudian operator alat berat tetap menumbang pohon. “Kejadiannya kemarin siang, Senin (27/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban sempat dilarikan ke RSU Balimbingan, tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Diperkirakan korban meninggal dalam perjalanan,” jelasnya sembari menambahkan bahwa yang menjadi korban hanya sang kakek sedangkan istrinya selamat karena saat itu posisi kedua berjarak.

Penyebab peristiwa ini, kata Ipda Laidin Manik, selain karena kelalaian dari operator alat berat, pendengaran korban juga ikut mempengaruhinya sehingga komunikasi dengan korban sulit dilakukan.  “Kebetulan korban sudah tuli, sudah disuruh supaya keluar tapi tidak dengar. Kebetulan juga angin cukup kencang dicampur lagi dengan suara mesin,” terangnya.

Walau peristiwa ini dinilai bukan tindakan unsur sengaja, tetapi dalam penanganan polisi, kasus ini masuk ranah tindak pidana. Delik hukumnya, menghilangkan nyawa seseorang akibat kelalaian. “Unsurnya pidana yaitu kelalaian d engan ancaman hukuman 1 tahun. Polisi sudah memeriksa operator alat berat dan mandorna, tetapi kita tidak melakukan penahanan,” katanya.

Ipda Laidin Manik memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada satupun pihak keluarga keberatan maupun menyampaikan pengaduan. Kemudian, diprediksi juga bahwa pihak PTPN IV Tanah Jawa akan berusaha berdamai dengan pihak keluarga. Sementara operator Eskavator yakni Maulana (28), warga Desa Bendo, Kecamatan Ujung Padang sudah memiliki itikad baik terhadap keluarga, seperti memberikan tali asih.  Namun langkah itu, tegas Ipda Laidi Manik, tidak bisa menghilangkan unsur pidananya. “Kalau pun ada perdamaian tetapi tidak menyelesaikan perkara, paling untuk meringankan hukuman,” ucapnya.

Di kesempatan yang lain, Humas PTPN IV Hendra mengaku belum mengetahui operator pihak rekanan akan dikenakan sangkaan pidana kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. “Oh belum ada kami terima kalau memang seperti itu suratnya dari polisi, ujarnya.

Hendra menyampaikan PTPN IV akan menjembatani kasus antara rekanannya dengan keluarga korban. Untuk proses hukum dia menyerahkan pada kepolisian. “Iya kita masih menjembatani antara vendor dengan keluarga korban dulu. Soal proses hukum ini kita tunggu dari polisi,” ujar Hendra dari panggilan seluler. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *