by

Cabuti Kuku Kaki Sopirnya, Oknum Anggota DPRD Labusel Terancam Dipanggil Paksa Polisi

Labusel, Kabarnas.com – IM, oknum anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang diduga menganiaya warga yang juga sebagai sopirnya , MY dengan cara mencabut kuku kaki telah dipanggi polisi untuk menjalani pemeriksaan. Namun pria berusia 27 tahun tersebut tidak menghadirinya. Direncanakan, politisi PDI Perjuangan tersebut akan dipanggil lagi untuk kedua kalinya.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat mengatakan akan memanggil paksa IM jika saja mengabaikan panggilan kedua. “Hari Senin (27/7) kemarin terlapor kita panggil tetapi belum datang dan akan kita panggil lagi di hari Kamis. Mudah-mudahan yang bersangkutan mau hadir. Kalau tidak memenuhi panggilan akan kita lakukan upaya-upaya hukum, upaya paksa untuk menjemput yang bersangkutan,”jelasnya, Selasa (28/7).

Sesuai dengan laporan korban yang tertera dalam STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH Polres Labuhanbatu, perkara ini sudah tahap penyidikan. Sejumlah saksi telah diperiksan. Hanya saja belum bisa menetapkan tersangkanya. Mantan Kapolres Samosir mengutarakan, masih butuh keterangan saksi utama, yaitu IM. “Intinya di sana ada dugaan tindakan pidana penganiayaan,” terangnya.

Sementara dari keterangan korban berusia 21 tahun itu, polisi menduga bahwa tindakan penganiayaan dilakukan lebih dari satu orang. “Pelapor sudah kita periksa untuk diminta keterangan, termasuk dengan saksi-saksi lainnya. Sesuai keterangan korban, betul bahwa ada penganiayaan dengan dipukuli. Unsurnya bisa pasal 351-nya  dan 170-nya KUHPidana dan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi bisa memenuhi unsur Hasil dari pemeriksaan korban, dilakukan lebih dari satu orang,” terangnya.

Untuk diketahui, penganiayaan yang dialami korban terjadi 28 Juni 2020 di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Awalnya, korban yang merupakan warga Desa Pinang Damai, Kecamatan Torgamba itu meminjam sepeda motor milik IM, sekitar pukul 14.00 WIB. Namun sampai pukul 23.000 WIB, MY tak kunjung mengembalikan sepeda motor tersebut sehingga IM mencoba menghubungi MY.

Tidak lama, dengan rasa takut korban memberitahukan keberadaan di daerah Hotel Melati di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Kemudian IMF bersama tiga orang rekannya menjemput MJY menggunakan mobil untuk dibawa ke Cikampak, Kecamatan Torgamba. Sesampainya di Torgamba, korban diinterogasi soal sepeda motor itu. Saat itu juga IMF bersama beberapa rekannya langsung menghajar korban. Bahkan korban dipukul menggunkan benda tumpul.

Belum puas menganiaya, korban kemudian diseret ke depan bengkel Jaya Motor. Di depan bengkel itu, pelaku mengambil alat perkakas sejenis tang untuk menjepit kuping dan akhirnya mencabut paksa kuku jari kaki sebelah kiri. Beruntung, warga yang mendengar teriakan korban berinisiatif membantunya. Sehingga nyawanya terselamatkan. Korban dilarikan ke rumah sakit, dan akibat penganiayaa itu korban masih berbaring di rumah, sedangkan dari sisi pisikologi, korban mengalami trauma.

Akibat penganiayaan itu, mengalami luka lebam di sekujur tubuh bagian wajah, dada, punggung, perut dan kepala terdapat pembekuan darah. Dia juga harus menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum di Kota Rantauprapat, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum di Kotapinang. Kasus ini mencuat ke publik sepekan belakangan setelah ibu korban Arbaiyah membuat laporan polisi. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *