by

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Nihil, Dewan Masjid Mengeluhkan Kinerja Pemko

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Ketua Dewan Masjid Kota Pematangsiantar, Natsir Armaya Siregar menyesalkan kurangnya perhatian Pemerintah Kota (Pemko) dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar dalam hal melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih dalam rangka perayaan Idul Adha 1441 H/2020 M. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum melihat upaya dari Pemko Pematangsiantar padahal perayaan Idul Adha, yang tinggal 5 hari lagi.

Armaya Siregar mengatakan, idealnya dinas terkait sudah bekerja kurang lebih dua minggu sebelum perayaan, sehingga ketika ditemukan ada hewan kurban yang kurang sehat, pengurus masjid memiliki waktu yang lebih banyak untuk mencari hewan penggatinya. “Yang kita harapkan adalah koordinasi dengan pihak yang akan melaksanakan penyembelihan kurban ini. Setidak-tidaknya  mereka (dinas terkait) langsung turun ke masjid, menanyakan, berapa kurban kalian, dimana hewan kalian biar kami periksa. Mestinya kan begitu,” terangnya, Minggu (26/7/2020).

Armaya Seregar mengatakan, sesuai daftar yang diperoleh dari pengurus masjid di kota ini, jumlah hewan kurban yang akan disembelih mencapai 668 ekor, terdiri dari sapi dan kambing. Sebagian besar hewan kurban tersebut sudah berada di Kota Pematangsiantar.

Satu hal yang sangat penting, kata Armaya Siregar, sebelum lembu dan kambing itu dipotong, ada persyaratannya. Misalnya, hewan harus dijamin sehat, usianya sudah lebih dari dua tahun. Untuk itu, selaku dinas yang punya tanggungjawab, mestinya mengawasinya dengan ketat dan teliti.

“Bisa saja hewan yang dijual belum memenuhi syarat. Belum cukup umur dua tahun dan tidak sehat pun sudah dijual, dibilangnya (penjual) sehat. Sementara kan pembeli tidak semua tahu itu. Kita mengharapkan sekali memang agar dinas yang menangani pemeriksaan hewan bekerja dengan maksimal, tetapi nyatanya nihil, hampir tidak pernah ada itu (Pemeriksaan hewan kurban). Padahal itu kan persyaratan. Jangan sampai terjadi penyakit menular dari tubuh hewan kurban tersebut,” keluhnya.

Mengingat masih ada waktu, Armaya Siregar masih mengharapkan Pemko Pematangsiantar bekerja, paling tidak kesehatan sebagian hewan kurban dapat diketahui. Guna mempercepat waktu, Armaya Siregar mengaku siap membantu. “Intinya itu tugas mereka (memeriksa hewan kurban). Seluruh hewan yang dari luar wajib diperiksa kesehatannya dan mereka (dinas terkait) harus proaktif,” ucapnya

Dalam kesempatan ini, Armaya tidak lupa mendorong seluruh umat muslim yang akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam merayakan Idul Adha, di tengah meningkatnya pasien Covid-19 di kota ini, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskan, ada tiga hari waktu yang bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, yakni Jumat sampai dengan Sabtu. “Penyembelihan kurban bisa dilakukan diantara tiga hari itu. Jadi, karena hari Jumat itu waktunya mepet sekali, bisalah dikerjakan di hari Sabtu atau Minggu. Kita harapkan juga pada saat pembagiannya tidak berkerumun. Harapan kita tetap dibagi waktunya,” jelasnya.

Sementera Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Pematangsiantar, Ali Akbar mengaku belum memiliki data terkait dengan jumlah hewan kurban yang akan disembelih. Bahkan menurutnya, belum ada hewan kurban di kota ini. “Belum ada lembu datang,” katanya ketika ditanyakan berapa jumlah hewan kurban.

“Masa bapak konfirmasi belum dilaksanakan (penyembelihan kurban),” jelasnnya dengan mengakui bahwa pihaknya benar tidak ada melaksanakan koordinasi dengan Dewan Masjid dalam pendataan jumlah hewan kurban.

“Koordinasi dalam hal apa? Belum tentu semua (pengurus) masjid-masjid melaporkan kepada Dewan Masjid. Apa ada mereka (Dewan Masjid) monitoring atau meminta data?,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya akan bekerja satu hari sebelum pelaksanaan penyembelihan kurban. “Satu hari dari hari H, saya tugaskan staf, dari tanggal 30 sampai tanggal 2. Disitulah kami mulai kunjungi, tempat biasa penyembelihan hewan kurban itu,” tutupnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *