by

Pasien Covid-19 Meningkat, Shalat Idul Adha di Lapangan Adam Malik Siantar Dibatalkan

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid dan para tokoh-tokoh agama sepakat mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1441 H/2020 M di Lapangan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat. Hal ini dibenarkan Ketua Dewan Masjid, Armaya Siregar, Sabtu (25/7).

Ia mengakui, pihaknya bersama MUI dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),  tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebelumnya sudah menggelar rapat koordinasi membahas pola Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di Kota Pematangsiantar, Selasa (14/7) yang lalu. Saat itu ada 49 pengurus masjid turut sudah sepakat, tetapi semua dipertimbangkan kembali.

Pembatalan Shalat Idul Adha 1441 H/2020 M di Lapangan Adam Malik, yang rencananya diadakan, Jumat, 31 Juli 2020, kata Armaya Siregar, tidak lepas dari meningkatnya jumlah pasien positif terpapar Covid-19. “Kemarin sudah kita persiapkan untuk Shalat Idul Adha 1441 H/2020 M di Lapangan Adam Malik, cuma kita lihat bertambah terus pasien Covid-19, akhirnya kita ambil kesimpulan untuk tidak dilaksanakan atau dibatalkan,” jelasnya.

Ia pun mengaku bahwa pembatalan ini sudah disampaikan juga kepada Pemko Pematangsiantar dan Pemko diharapkan segera mungkin menyampaikan informasi tersebut kepada semua pengurus masjid, khusus yang sebelumnya sudah sepakat ikut shalat di sana. “Kita sudah laporkan ini ke Pemko Pematangsiantar dan kita harapkan Pemko lah yang akan menginformasikannya kepada pengurus-pengurus masjid, ” terangnya.

Walau Shalat Idul Adha batal di Lapangan Adam Malik, kata Armaya Siregar, seluruh umat muslim di kota ini tetap diajak untuk tetap melaksanakannya di masjid masing-masing. Tentu tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Tetap juga diadakan di masjid-masjid karena ini merupakan warga sekitar. Dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha, kita dari dewan masjid telah menyebarkan bantuan ke berbagai masjid berupa masker, sabun, sanitizer dan alat-alat kebersihan lainnya. Untuk masker, kita bagikan untuk sekitar 150 masjid,” ucapnya. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *