by

Perbaikan Jalan Parapat Meresahkan, Proses Pengerjaan Dinilai Lambat

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Dalam Bulan Juli ini dilakukan penggerjaan perawatan Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) Parapat tepatnya di Simpang Dua menuju Parapat, Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, dan itu mendapat apresiasi para pengguna jalan maupun warga. Banyak kejadian kecelakaan lalu lintas, salah satu penyebabnya adalah karena kondisi jalan yang tidak layak atau banyak lobang yang sangat rentan menyebabkan kecelakaan lalu lintas terutama jika kondisi hujan.

Namun, proses perawatan jalan seperti di Jalan Parapat tepatnya di Kecamatan Siantar Marimbun malah meresehkan warga dan pengguna jalan. Masalahnya, perawatan jalan berupa mencongkel atau menggali jalan dengan membentuk kotak tersebut akan menganggu pengguna jalan jika tidak segera ditambal. Hal ini diutarakan pengguna lalu lintas.

Sejauh ini, pada radius yang berdekatan dapat dipastikan tidak merata. Contohnya di sekitar Jalan Parapat, tepatnya di depan umbul PDAM Tirtauli KM 5, Kelurahan Tong Marimbun, ada sebagian lobang yang sudah ditambal tetapi sebagian masih belum ditambal, berbentuk lobang persegi dan ini telah terjadi kurun waktu satu minggu.

”Lambatnya perbaikan jalan berpontesi memunculkan korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi penggedara sepeda motor. Karena mereka harus mengelakkan lobang. Seperti akhir Juni (2020) yang lalu, ada pengendera kecelakaan dan meninggal dunia. Kita berharap proses penambalan jalan ini sebaiknya jangan dibiarkan berlama-lama tidak ditambal,” kata Linda Simorangkir, Kamis (23/7).

Warga sekitar juga berharap agar proses perawatan jalan berupa melobangi jalan berbentuk persegi hendaknya dikerjakan segera mungkin karena hal ini memicu keresehan bagi pengendara, selain rentan dengan kecelakaan, kondisi jalan merusak kendaraan seperti ban dan roda.

Menurut warga, yang paling mengkhatirkan adalah saat malam hari disertai hujan. Genanngan air membuat jalan terlihat rata. “Ini sangat berbeda dengan perawatan jalan seperti yang pernah saya lihat di negara maju bahkan di kota-kota besar di Pulau Jawa, proses penambalan sebelum dicongkel tidak dibiarkan beberapa hari atau dengan kata lain segera ditambal dan biasanya dikerjain sampai dengan malam hari.  Semoga jalan-jalan yang sudah dicongkel atau dilobangin segera ditambal agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Johansen Silalahi.

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumut, Rony Reynaldo Situmorang juga menyesalkan proses pekerjaan yang lambat. Ia sendiri sudah pernah menyampaikan permasalahan tersebut pihak Balai Jalan. Politisi NasDem tersebut berharap apa yang dikeluhkan warga dapat direspon cepat sehingga ada rasa nyaman dan aman di tengah pekerjaan perbaikan. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *