by

Diduga Korupsi Rp 450 Juta, Kadis Kominfo Posma Sitorus dan Acai Sijabat Ditahan Kejaksaan

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar akhirnya melakukan penahanan kepada dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Posma Sitorus bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Acai Tagor Sijabat. Hal ini dibenarkan Kepala Kejari Pematangsiantar, Herrus Hutabarat, Rabu (22/7).

Keduanya diduga melakukan korupsi sebesar Rp 450 juta atas pekerjaan pengadaan internet Smart City dari pagu anggaran Rp 726 juta. “Posma Sitorus dan Acai Sijabat kita tahan di Polsek Siantar Marihat. Kasusnya terkait pengadaan internet di tahun 2017. Kerugian negara sebesar Rp 450 juta. Itu berdasarkan perhitungan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” terangnya didampingi Kasi Pidsus Dostom Hutabarat.

Bersama Kasi Intel BAS Faomasi Jaya Laia, Kepala Kejari menjelaskan, dugaan kerugian negera diperkirakan terjadi karena kelebihan pembayaran kepada rekanan yaitu PT Tensi bekerjasam dengan Sinar Kasindo. “Dari pagu Rp 726 itu ada kelebihan bayar di bulan November. Harusnya dikotrak selama dua bulan dan ternyata yang bisa dipergunakan hanya di bulan Desember saja. Sementara di bulan November sudah dibayarkan. Akibat tidak bisa dipergunakan,” ucapnya dengan menambahkan bahwa keduanya disangkakan dengan pasal 2 juto 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu Kepala Kejari Pematangsiantar beralasan bahwa pihaknya telah menetapkan dua tersangka itu di tahun 2019, namun tidak dilakukan penahan karena masih banyak yang perlu dilengkapi. “Yaitu keterangan saksi-saksi yang selama ini masih sulit didatangkan,” katanya.

Adapun alasan penahanan dilakukan di Polsek Siantar Marihat karena tahanan di Polres Pematangsiantar cukup banyak. Kemudian, sesuai surat Kemenhumkan, tidak boleh ada tahanan baru ke Lapas guna mencegah sebaran Covid-19, juga menjadi alasan Kejari menitipkan Posma Sitorus dan Acai Sijabat di Polsek Marihat. “Tahanan kita belum bisa ke Lapas kecuali tahanan dari hakim,” terangnya.

Terakhir, Kepala Kejari mengakui akan kemungkinannya ada tersangka baru jika dari hasil persidangan ada bukti-bukti baru. “Kta lihat fakta persidangan dan jika ada mengarah ke yang lain maka kemungkinan kita akan dilakukan penyelidikan kembali,” ucapnya dengan menambahkan pelimpahan keduanya akan dilakukan dalam waktu dekat ke Pengadilan Negeri Medan. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *