by

Sarana Belajar Oline Terbatas Guru di Taput Memilih Mendatangi Rumah Murid

Taput, Kabarnas.com – Larangan yang dikeluarkan pemerintah agar tidak melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah selama masa pandemik Covid-19 ini, menjadi tantangan tersendiri bagi guru khususnya sebagian besar murid yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara. Terlebih bagi yang tidak memiliki sarana seperti smartphone, paket data internet maupun daerah yang belum tersentuh  jaringan internet. Semua itu membuat proses belajar secara online atau daring tak dapat dilaksanakan.

Melihat itu, beberapa guru di sana tak mau tinggal diam. Pihak Sekolah Dasar (SD) daerah Taput memilih mendatangi pemukiman warga. Mereka mengumpulkan siswa-siwi dan meminta agar dilakukan kelompok kecil sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan sehingga peserta didik tidak ketinggalan pelajaran. Kegiatan ini tentu dilaksanakan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Amatan dilapangan, salah satu yang melakukan ini adalah tenaga pengajar dari SDN 173280. Mereka turun ke Desa Lobusiregar 1,Senin(20/7). Setiap orang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai apa yang telah disarankan pemerintah. Kemudian tidak lupa menjaga jarak.

Mengenai langkah yang dilakukan itu, tenaga pengahar di SD tersebut, M.Silaban didampingi M boru Simanjuntak beserta G Silitonga mengatkan bahwa mereka harus proaktif melakukan proses belajar mengajar ke dusun-dusun.

“Bagaimana caranya anak-anak di desa-desa bisa belajar secara on-line. Sementara anak didik kita ini banyak dari kalangan miskin, yang rata-rata belum mampu membeli HP android sesuai metode pengajaran yang diterapkan pada sekolah menengah pertama maupun atas serta perguruan tinggi,” kata mereka ketika dikonfirmasi.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat, Silitonga (64), mengatakan dengan hadirnya kepala sekolah yang baru di SDN.173280, displinan proses belajar mengajar saat ini makin baik. Menurutnya, terobosan dari pihak sekolah dengan secara langsung mendatangi anak didik ke rumah-rumah,sungguh luar biasa. “Inilah yang namanya pejuang yang tanpa pamrih,sungguh mulia,” lanjut tokoh masyarakat tersebut mengakhiri. (TS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *