by

Resmi Diusung 5 Parpol, Asner Silalahi Harapkan Dukungan Masyarakat

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Sebanyak lima partai politik telah menyatakan sikap untuk mengusung pasangan Asner Silalahi- dr Susanti untuk maju di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kota Pematangsiantar. Ke lima partai tersebut miliki 17 kursi di DPRD, yakni NasDem sebanyak 4 kursi, Hanuran 4 kursi, Demokrat 3 kursi, Golkar 5 kursi, dan PKPI 1 kursi.

Surat rekomendasi dari partai NasDem sendiri baru diterima, Rabu (15/7). Menurut, ketua DPD NasDem Kota Pematangsiantar, Frans Hebert Siahaan menerangkan, sebelumnya ada beberapa orang mendaftarkan diri ke NasDem, namun partainya memilih Asner Silalahi menjadi calon Walikota tidak lepas dari kemampuannya yang telah diuji lewat metode penjaringan yang diprogramkan NasDem. “Kata kuncinya adalah layak,” terangnya didampingi Asner Silalahi.

Ketua Bapilu NasDem Pematangsiantar, Frangki Boy Saragih menambahkan, tidaklah mudah untuk memilih Asner Silalahi .”Agak lama menentukan siapa yang akan diusung, tidak lepas dari ketentuan partai, dan penetapan ini sesuai dengan tahapan dan tanpa mahar” katanya dengan mengharapkan dukungan dari media membesarkan partai dan memajukan Kota Pematangsiantar di tangan Asner Silalahi bersama dr Susanti.

Kesempatan yang sama, Asner Silalahi mengakui bahwa dirinya telah melalui proses falidasi partai NasDem. Ada banyak kriteria sebagai syarat calon Kepala Daerah (Kada) dari NasDem. Semua telah dilalui, dan salah satu yang menarik, kata Asner Silalahi adalah NasDem tanpa mahar. Ia pun berharap dukungan semua pihak atau masyarakat sehingga pasti menjadi Walikota di kota ini.

Asner Silalahi mengatakan, mimpi utamanya adalah bagaimana membangun tanah kelahirannya. Mulai membenahi pasar tradisional, mendirikan universitas negeri. Tidak kalah menarik disampaikan Asner Silalahi adalah bagaimana di masa pandemik Covid-19, masyarakat bisa mendapatkan kehidupan layak. Caranya, menambah lapangan kerja dengan membuat proyek padat karya swakelola.

“Ini pasti bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu. Untuk mencitapkan itu, saya menjual diri ke Kementerian agar dana bisa turun. Seorang Walikota harus mampu menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat karena dengan mengandalkan APBD, itu sangat minim. Kita juga akan bekerja sama dengan Bupati Simalungun agar sama-sama mendirikan Universitas Negeri. Di Sumut hanya ada universitas negeri yang besar yaitu USU dan Umimned. Dan ini akan kita kejar ke gubernur juga karena ini tidak wajar,” tutupnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *