by

Walikota Siantar Ijinkan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban di Masa Pandemik

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid, tokoh agama, dan tokoh masyarakat gelar rapat koordinasi untuk membahas pola yang dapat dilakukan untuk Shalat Idul Adha 1441 H/2020 M dan penyembelihan hewan kurban di Kota Pematangsiantar. Pertemuan ini juga membahas persiapan pemberangkatan kafilah Kota Pematangsiantar mengikuti Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Tebingtinggi.

Dalam kesimpulannya, boleh dilaksanakan di semua daerah, kecuali di kawasan yang dianggap pemerintah belum aman. Tentunya pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Berada di Ruang Serbaguna kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pematangsiantar, Selasa (14/7/2020), Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah menekankan kepada semua pihak untuk tetap mengikuti protokol kesehatan ketika melaksanakan Shalat Idul Adha 1441 H/ 2020 M maupun penyembelihan hewan kurban.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Pematangsiantar Drs Daniel Siregar menerangkan, dari 8 kecamatan yang di Kota Pematangsiantar, ada 7 kecamatan masuk zona merah Covid-19. Dari 7 kecamatan tersebut, yang paling banyak terpapar Covid-19 di Kecamatan Siantar Sitalasari. Daniel juga menyebutkan lonjakan jumlah warga Kota Pematangsiantar yang terpapar Covid-19 masih signifikan.

Untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, Daniel mengharapkan panitia selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu akan dilaksanakan simulasi pelaksanaan Sholat Idul Adha sebelum Hari Raya Idul Adha,” sebut Daniel.

Sedangkan Ketua MUI Kota Pematangsiantar Drs Mhd Ali Lubis juga mengatakan hal senada. Menurutnya, pelaksanaan Sholat Idul Adha harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat dan tegas. “Tetap jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” katanya.

Dalam rapat tersebut disimpulkan, pelaksanaan Sholat Idul Adha harus mendukung kebijakan yang sudah diterapkan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Sholat Idul Adha 1441 H/2020 M boleh dilaksanakan di lapangan masjid/ruangan dengan persyaratan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian, tempat penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memerhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, kecuali daerah-daerah yang dianggap belum aman oleh pemerintah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *