by

Ribuan Pedagang Pasar Horas dan Dwikora Sulit Bayar Retribusi, Pendapatan PD-PHJ Anjlok

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Ribuan pedagang yang ada di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) Kota Pematangsiantar tak mampu membayar retribusi kios selama kurun waktu empat bulan terakhir ini. Semua ini disebabkan Covid-19, sehingga pendapatan PD-PHJ turut draktis dan mempengaruhi terhadap biaya operasional.

Direksi Keuangan PD-PHJ, Toga Sihite menjelaskan saat ini pendapatan retribusi kios paling bisa ditagih sekitar 50 persen. Bahkan diawal pandemik Covid-19, pendapatan hanya 75 persen. Jika sebelumnya bisa menagih retribusi sampai Rp 600 juta dalam satu bulan, selama Covid-19, penagihan hanya Rp 200 juta.

“Tidak dapat ditagih karena sebagian besar kios tutup. Situasi ini baru mulai berangsur baik di bulan April hingga Juni, naik jadi 50 persen. Itupun pedagang yang kita tagih masih susah karena kita lihat juga belum ada pendapatan mereka, belum maksimal,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/7).

Toga Sihite mengatakan, beberapa pedagang yang paling berdampak adalah pedagang ulos karena pesta adat Batak hampir tidak ada. “Kemarin juga pedagang yang banyak membuat stok untuk menjual baju dinas sekolah. Ternyata sekolah juga belum pasti kapan masuk. Belum lagi mengenai stok barang buat hari raya Idul Fitri kemari, kita tahu tidak berjalan juga. Jadi tidak ada yang laku,” ucapnya.

Menurutnya, akibat dampak pandemik ini juga tidak sedikit pemilik kios justru bekerja atau menjaga usahanya sendiri karena memilih memberhentikan karyawannya disebabkan sepinya barang yang laku. “Kita juga tidak bisa memaksa, harusnya malah disubsidi,” jelasnya.

Faktor pendapatan PD PHJ yang jauh dari harapan, kata Toga Sihite, membuat gaji jajaran direksi sama besarnya dengan gaji seluruh pegawai lainnya, angkanya hanya Rp 600 ribu per bulan. “Kami bagi ratalah semua untuk gaji. Misalnya pendapatan kamiRp 200 juta, itulah dibagi rata setelah dipotong biaya-biaya listrik dan air,” terangnya.

Toga Sihite mengaku, melihat dampak Covid-19 tersebut, jajaran direksi sudah mencoba meminta bantuan dana sekitar Rp 400 juta kepada Pemko Pematangsiantar agar retribusi kios bisa diputihkan. “Kita sudah koordinasi dengan Pemko, yang kemarin itu kita dengar mau ada subsidi untuk pedagang kita yang terdampak Covid itu, sudah kita usulkan ke Pemko. Jumlahnya juga sudah kita sampaikan tapi sampai sekarang belum ada realisasinya, bahkan jawaban dari Pemko pun belum ada,” katanya.

Saat ini, kata Toga Sihite, pihaknya masih mencoba mencari jalan keluar atas situasi ini agar dapat membantu pedagang yang ada di Pasar Horas dan di Pasar Dwikota mendapat bagian. “Beberapa hari ini kita dengar informasi soal rencana pemerintah pusat untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM, tapi ini kita belum tahu apakah bantuan akan diserahkan langsung kepada pedagang atau melalui Pemerintah Kota? Tapi kita akan tetap coba koordinasi lagi dengan Pemko Pematangsiantar,” jelasnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *