by

Potensi Banjir dan Longsor Tinggi, BPBD Siantar Kembali Ingatkan Warga

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar ingatkan warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai tetap waspada akan terjadinya banjir atau bencana alam lainnya karena sampai bulan September 2020, curah hujan tinggi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kota Pematangsiantar Daniel Siregar mengatakan, sesuai surat yang mereka terima dari Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG) dan Gubernur Sumatera Utara, selain potensi banjir, potensi tanah longsor juga saat berpotensi terjadi. “Pergerakan tanah atau longsor itu di bulan Mei hingga September. Kemudian, surat BMKG ada potensi hujan kencang disertai angin kencang,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Dijelaskan, daerah yang paling berpotensi terjadi banjir di Kota Pematangsiantar berada di wilayah Kecamatan Siantar Martoba dan Kecamatan Siantar Sitalasari. “Ini sudah kita sampaikan kepada camat,” katanya dengan menambahkan bahwa hujan yang terus menerus terjadi lebih kurang 6 jam, seperti di hari Sabtu (11/7) malam sangat berpotensi menimbulkan  banjir, ditambah lagi dengan debit air sungai dari Kabupaten Simalungun cukup besar.

“Antisipasinya untuk tidak terjadi korban, itulah kita sampaikan surat ederan kepada camat, untuk disampaikan kepada warga, khususnya yang tinggal di pinggiran sungai. Seperti di Tanjung Tongah. Banyangkan, sudah ada pembangunan tembok penahan setinggi 3 meter, panjangnya sekitar 350 meter, tapi itu pun dilompati air. Bahkan informasi kita dapat, dalam 20 tahun terakhir, ini yang paling besar. Artinya, potensi sungai meluap cukup tinggi,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menimbulkan banjir di beberapa titik, seperti di Sibatu-batu, Handayani dan Tanjung Tongah, Tanjung Pinggir. Sedikitnya, sebanyak 70 rumah terendam banjir. “Di Kelurahan Tanjung Tongah, jumlahnya sekitar 52 rumah, di Tanjung Pinggir sebanyak 19 orang. Ini masih kita data di Sibatu-batu dan Bah Kapul. Ada satu orang meninggal dunai, sementara kerugian masih kita hitung,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD sendiri telah mempersiapkan dapur umum untuk 400 orang. Tiga kali dalam satu hari makanan akan diberikan. “Mulai hari ini sampai hari Rabu, atau sebelum mereka bisa kembali normal beraktifitas, kita akan sediakan makanan. Karena ini juga rentan dengan penyakit diare, maka kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan pengobatan gratis,” jelasnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *