by

Roti Berisi Gergaji, Cara Seorang Gadis Bantu Pacar Kabur dari Penjara

Simalungun, Kabarnas.com – Dua tersangka yang dijerat kasus penadah sepeda motor dan handphone milik Candra Prayoga, korban pembunuhan, yang mayatnya dikubur di area perkebunan PTPN III Bangun, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, kembali berhasil ditangkap polisi pasca melarikan diri dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Pamatang Raya, 16 Mei 2020, lalu.

Penangkapan dilakukan di dua daerah berbeda. Tersangka Rudi Pardomuan ditangkap di kamar kos-kosan yang berada di Simpang Sibulan, Kota Tebing Tinggi bersama pacarnya bernama Dhea. Sedangkan Khoirul Laksono alias Kopral ditangkap dari kantor Pemuda Pancasila, Bandar Labuhan Tanjung Morawa, Minggu (12/7). Hal ini dibenarkan Kapolsek Pamatang Raya, Iptu Lintong Silalahi, Senin (13/7).

“Rudi ditangkap bersama Dhea, mereka bukan pasangan sah. Kita mengejar mereka berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi dari orang layak dipercaya mengenai keberadaan tersangka, petugas pun berangkat menuju lokasi yang dimaksud. Tiba sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka Rudi Pardomuan sedang berada di dalam sebuah rumah bersama dengan temannya Dhea,” kata Kapolsek.

Petugas kemudian menginterogasi Rudi dan Dhea, dan didapatkan informasi mengenai keberadaan Khoirul Laksono alias Kopral . Oleh petugas bersama dengan tersangka Rudi Pardomuan berangkat menuju Tanjung Morawa. “Setibanya di Tanjung Morawa pada pukul 22.45 WIB, tepatnya di kantor Pemuda Pancasila, Bandar Labuhan, ditemukan Khoirul Laksono dan petugas pun langsung melakukan penangkapan,” jelasnya.

Dijelaskan juga, selama pelarian dua bulan, Rudi dan Khoirul menjadi buruh bangunan, dengan upah sekitar Rp 70 ribu. “Hasil keterangan sementara yang kita kumpulkan, Rudi tinggal bersama pacarnya di Tebing Tinggi, dan selama ini Rudi jadi buruh bangunan, kernet. Sama dengan Khoirul, juga menjadi buruh bangunan,” terangnya.

Secara singkat, Lintong Silalahi mengatakan bahwa kaburnya Rudi dan Khoirul dari RTP berkat bantuan dari Dhea. Saat berkunjung ke RTP, tanpa sepengetahuan petugas piket, Dhe membawa roti. “Ternyata di dalam roti itu sudah disembuyikan gergaji besi. Itulah yang dipakai keduanya untuk kabur setelah memotong besi tahanan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Candra Prayoga ditemukan tidak bernyawa di area perkebunan. Tubuh remaja tersebut tertanam sebagian, sedangkan bagian kepala tidak. Korban sendiri diketahui dibunuh oleh dua orang temannya sendiri yaitu RBP (17) dan MA (18). Motif pembunuhan murni ingin menguasai barang berharga milik korban, yakni sepeda motor dan handphone. Informasinya, barang korban dijual untuk membayar hutang. Kini, kedua tersangka sudah menjalani proses hukum. (Man).

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *