by

Bupati dan Pejabat di Simalungun Rapid Test, 1 Humas Jubir Covid-19 Positif

Simalungun, Kabarnas.com – Sebaran Covid-19 di Kabupaten Simalungun terus mengalami peningkatan. Data terkini, salah seorang Aparatus Sipil Negara (ASN) yang selama ini dipercaya menyampaikan informasi tentang perkembangan Covid-19, dinyatakan positif. Hal ini dibenarkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Pemkab Simalungun, dr Lidya Saragih, Sabtu (11/7).

ASN tersebut dipercaya oleh Bupati Simalungun, JR Saragih menjadi humas dibawa tugas dari Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Jubir GTTP) Covid-19 Simalungun. Menurut dr Lidya Saragih, awalnya ASN berinisial AS tersebut mengalami sakit, dan beranjak dari itu GTPP Covid -19 Simalungun melakukan rapid test, ternyata reaktif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan swab test, AS dipastikan positif terkonfirmasi dan itu baru diketahui, Jumat, 10 Juli 2020. “Memang kita sudah melakukan pemeriksaan rapid test sehubungan dengan kondisi kesehatannya, yaitu karena sedang sakit. Kemudian kita sudah melakukan periksaan swab dan ternyata terkonfirmasi Covid-19. Kini mereka sudah menjalani perawatan medis,” katanya.

Selain AS, 4 anggota keluarganya, yaitu anak dan istrinya dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala. Sejauh ini, secara akumulasi jumlah pasien terpapar Covid -19 di Kabupaten Simalungun sudah mencapai 94 orang, yang terdiri dari 55 orang dalam perawatan, 35 orang telah dinyatakan sembuh dan 3 orang sudah meninggal dunia.

Terkait dengan terpaparnya AS, kata Lidya Saragih, tenaga medis juga sudah melaksanakan rapid test kepada Bupati Simalungun JR Saragih, kemudian dilanjutkan kepada sejumlah pejabat yang diperkirakan pernah kontak dengan AS. Sejauh ini hasilnya negative, dan dengan alasan itu, tambah dr Lidya Saragih, semua pejabat itu tidak perlu menjalani isolasi mandiri.

Untuk mencegah sebaran Covid -19 dari AS, GTPP Covid -19 Simalungun masih tetap melakukan penelusuran riawat perjalan AS. Mengingat AS selama ini kerap berhubungan wartawan, dr Lidya Saragih mengharapkan agar para jurnalis yang merasa pernah berinteraksi secara dekat dengan AS untuk melaporkan diri atau melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi yang mengalami gejala menyerupai Covid -19.  “Siapa yang merasa kontak erat dalam beberapa hari ini (dengan AS) silahkan saja melapor,” jelasnya. (Man)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *