by

Sebanyak 1.262 Calon Perwira Angkatan Darat Dinyatakan Positif Covid-19

Jakarta, Kabarnas.com – Sebanyak 1.262 orang peserta didik dan beberapa tenaga pelatih dari Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) dikabarkan positif terpapar Covid-19 dan dari kasus ini penyelidian epidomologis telah dilakukan tanggal 29 Juni 2020, lalu. Hal ini dibenarkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, sebagai klaster terbanyak Covid-19.

Mengenai itu, Komandan Secapa AD Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono menjelaskan, bahwa sebenarnya Secapa AD telah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 seketat mungkin. Penerapan protokol itu dilakukan sejak 2 Maret 2020, ketika Indonesia digemparkan dengan kasus pertama penularan virus corona.

Alasan itulah, kata Ignatius, selama empat bulan lamanya Secapa AD merasa bahwa siswa dan siswi mereka tidak terpapar Covid-19. Namun, semuanya berubah pada 28 Juni 2020, di mana dua orang siswa harus menghadap dokter di klinik Secapa AD. Satu siswa mengalami bisul, dan siswa lainnya mengalami lemas di bagian tangan kiri.

Setelah melapor ke klinik Secapa AD, keduanya kemudian dirujuk menuju RS Dustira, Cimahi. Salah satu tujuan daripada rujukan itu tak lain lantaran siswa yang mengalami bisul harus segera dioperasi di sana. Sebelum tahap itu dikerjakan terlebih dahulu melalui screening dan rapid test kepada pasien mereka. Hasilnya, dokter menetapkan bahwa mereka reaktif Covid-19 dan langsung diminta untukswab test dan tanggal 30 Juni 2020 keluar hasilnya, yaitu kedua siswa Secapa AD itu positif terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Mendapati kabar itu, Yogo kemudian melapor ke Pangdam dan Kasad, yang kemudian meminta agar semua siswa Secapa AD, yang berjumlah 1.198 siswa, di-rapid test. Dalam rapid test massal ini, Secapa AD dibantu oleh tim medis Klinik Secapa AD, RS Dustira, RS Kesdam, dan tim medis dari Pusat Kesehatan AD. Tes massal itu dilakukan di hari yang sama, yakni pada 30 Juni 2020.

Hasilnya, 180 dari 1.198 siswa dan siswi yang di-rapid test dinyatakan reaktif virus corona, sementara sisanya dinyatakan non reaktif. Selanjutnya, pada 1 Juli 2020, 180 siswa Secapa AD yang reaktif virus corona melakukan test swab PCR. Sehari kemudian, pada 2 Juli 2020, hasilnya keluar: 172 siswa Secapa AD dinyatakan positif virus corona.

Kabar itu pun disampaikan kembali pada Kasdam III/Siliwangi, yang kemudian memberikan laporan serupa untuk Kasad. “Saya lapor dan minta izin langsung kepada Kasad lewat video conference, dan Kasad memutuskan untuk dilakukan tes PCR massal pada semua pihak yang ada di lingkungan Secapa AD. (Swab test) Dilakukan antara tanggal 2-3 Juli 2020,” kata Yogo Triyono, lewat wawancara eksklusif via sambungan telepon itu, Jumat (10/7).

Menurut Yogo mengatakan, besar kemungkinan dua orang ini terkena Covid-19  ketika pesiar di wilayah Bandung sepekan sebelum keduanya dinyatakan reaktif COVID-19, yakni pada 21 Juni 2020. Pada masa-masa itulah keduanya berada di luar kompleks Secapa AD dan berpotensi terkena virus corona.

“Kenapa bisa terpapar? Karena mereka tinggal di barak bersama siswa lainnya. Sekali pun pakai masker, pasti tidak 24 jam memakainya. Di barak itu praktis tidurnya agak berdekatan, kemudian yang sangat memungkinkan mandinya dalam satu bak panjang bersama-sama. Dengan situasi kehidupan barak, itu sangat mudah untuk langsung terpapar (COVID-19),” tutur dia. (Man)

Sumber IDN Times

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *