by

Wali Kota Siantar Mangkir Sidang Gugatan Perkara Status Pasien Covid-19

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Sidang perdana atas gugatan yang diajukan seorang warga yang sebelumnya dinyatakan sebagai pasien Covid-19, terhadap ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di Kota Pematangsiantar, Hefriansyah digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (8/7) di ruang sidang Kartika.

Ketua Pengadilan Negari (PN) Pematangsiantar, Danar Donor menjadi ketua majelis hakim dalam perkara ini. Awalnya sidang dijadwalkan pukul 9.00 WIB, namun molor hingga pukul 11.30 WIB. Dalam ruang sidang itu hanya terdapat kuasa hukum dari penggugat LBH Pematangsiantar dan sejumlah pengunjung sidang. Sehingga ketika sidang dibuka, ketua majelis langsung menyampaikan jadwal sidang selanjutnya, sebab Hefriansyah mangkir atau tidak datang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Siantar Basarin Yunus Tanjung yang ditemui di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar mengakui perihal tidak bisa menghadiri sidang dengan alasan ada urusan lain, dan hal itu sudah mereka sampaikan kepada majelis hakim. Untuk menghadapi perkara ini sendiri, kata Basarin Tanjung, Hefriansyah akan didampingi Kepala Bagian (Kabag) Hukum.”Masih ada yang harus kita konsolidasikan. Kita minta jadwal ulang dengan pengadilan. Nanti sesudah dijadwal ulang, akan kita hadiri. Kami siap menghadiri,” terangnya.

Sementara kuasa hukum penggugat, Reinhard Sinaga menanggapi santai ketidakhadiran Hefriansyah. Menurutnya, dalam sidang perdana di pengadilan hal ini sudah biasa. “Hal itu masih lumrah. Pihak tergugat tidak hadir bisa karena mencari-cari kuasa hukum, jadi itu hal biasa. Nanti jika sidang kedua dan ketiga tidak hadi pihak tergugat tidak hadir, maka dianggap tidak menggunakan haknya,” jelasnya.

Untuk diketahui, gugatan ini sendiri berawal saat Sutiem, warga Jalan Singosari,Gang Demak, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatare Utara dinyatakan pihak GTPP Covid-19 Pematangsiantar positif terpapar Covid-19 di bulan April 2020. Pedagang pecel keliling itu pun langsung dibawa petugas medis untuk menjalani perawatan. Hanya saja, Sutiem merasa bahwa dirinya tidak terpapar Covid-19.

Menurutnya, statusnya yang sempat masuk daftar pasien positif Covid-19 menimbulkan kerugian, baik materi maupun inmateri. Sebab, setelah dinyatakan sembuh, aktifitasnya berjualan terganggu, sampai-sampai tidak ada orang yang mau membeli dagangannya. Oleh karena itu, lewat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar, Sutiem menggungat ketua GTPP Covid-19 yang sekaligus sebagai Wali Kota.

Sesuai keterangan yang sebelumnya disampaikan kuasa hukumnya, Hefriansyah digugat atas kerugian inmaterial sebesar Rp 11 miliar dan kerugian materil sebesar Rp 118.300.00. Wali Kota juga diminta untuk memulihkan nama baik Sutiem. (Man)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *