by

Rencana Penahanan Kadis Kominfo Posma Sitorus Menunggu Putusan Lapas

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pemberkasan kasus dugaan korupsi proyek Smart City yang menyeret nama Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika (Kominfo) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Posma Sitorus terus dikerjakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar dan segera mungkin akan dilimpahkan ke Pengadilan setelah besaran kerugian keuangan negara diketahui melalui BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sebesar Rp 450 juta.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pematangsiantar, Dostom Hutabarat mengatakan berkas dugaan korupsi tersebut sudah rampung 95 persen. “Untuk kelengkapan berkas kita panggil lagi kemarin, ada yang kita tanyakan. Dia (Posma) dan Acai,” terangnya saat dijumpai di halaman kantor Kejari, Rabu (8/7).

Dostom mengakui berkas yang kurang tersebut baru diketahuinya setelah gelar perkara. “Karena kemarin aku merasa sudah siap dipenyidik tetapi pas digelar ada kekurangan yang perlu ditambahi. Kebetulan dari beberapa kali gelar ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan, makanya dari hasil rekomendasi rapat makanya dipanggil lagi 95 persen,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkembangan kasus ini juga ada ditangan tersangka. Sementara untuk penahanan terhadap tersangka, kata Dostom Hutabarat, masih akan dikomunikasi terlebih dahulu dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). “Kami lagi koneksikan dengan pihak Rutan (Rumah Tahanan). Karena Covid-Covid ini kan tidak boleh padat-padat,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini sendiri mulai ditangani Kejari Pematangsiantar sejak tahun 2017. Kemudian Kejari menatapkan Posma Sitorus sebagai tersangka di tahun 2019. Hanya saja, Kejari tak kunjung melakukan penahanan hingga sekarang ini. (Man).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *