by

“HOMANG” BAGIAN MISTIS DARI SEJARAH ORANG BATAK

Kabarnas.com.Taput – Banyaknya polemik yang mengarah adanya penghisap darah ternak di desa Pargompulon, Kec. Siborongborong, Kab.Tapanuli Utara yang menyatakan bahwa pelakunya adalah “HOMANG”dan lain sebagainya yang sampai saat ini buktinya belum di dapatkan, sempat menjadi viral.

Adanya dugaan dari berbagai kalangan yang menyatakan pelakunya adalah “HOMANG” akan coba kita telusuri apa itu “HOMANG” yang merupakan mahkluk mistis ditanah Batak.

Menurut penuturan salah seorang tokoh masyarakat berinisial T.Silitonga (85) menyebutkan “HOMANG” menjelma dari musang atau di sebut orang Batak Bontar Pudi.

Dulunya binatang tersebut biasa saja rupanya seperti halnya musang jantan lainnya yang mempunyai dua telor. Namun lama kelamaan setelah berumur banyak, dia menjelma jadi binatang yang menakutkan dan disebutlah “HOMANG” punya telor 24 sampai 40 butir yang bentuknya seperti buah petai berderet-deret.

Setelah menjelma jadi “HOMANG” binatang tersebut sudah punya mistis dan  suka membuat orang hilang ingatan, sehingga orang tersebut dibawanya tersesat  ke tempat sunyi  atau goa yang mereka tempati.

Didalam Gua Homang di Lobusiregar

“HOMANG” ini beraksi di malam hari di jalanan kampung yang gelap atau di tengah hutan rimba belantara yang jarang atau tidak pernah dilalui manusia.

Jadi kalau dibilang yang mencekik leher dan mengambil darah binatang yang santer beberapa waktu yang lalu disebut ulah “HOMANG”, menurutnya tidak benar.

Karena “HOMANG” hanya membuat orang linglung dan membawanya ke hutan rimba ataupun gua yang ditempati, namun orang tersebut di kasih juga makan nasi kuning,  yang orang Batak sebut Indahan Na Hinunikan, tuturnya.

Dulunya, orang hilang yang dibawa “HOMANG” dapat ditemukan setelah keluarga membawa orang pintar (dukun), namun kalau saat ini jarang terjadi karena rata-rata warga sudah menganut agama tuturnya.

Silitonga menambahkan, waktu dulu sering terdengar suara gondang batak di lembah yang didiami “HOMANG” antara jam 23.00 wib hingga jam 03.00 wib dinihari hari.

Ketika Kabarnas mencoba menelusuri sarang “HOMANG” yang berada di desa Lobusiregar bersama pemandu berinisial Risanto Sihombing, Senin (29/6) menunjukkan, adanya  kebenaran antara cerita bapak Silitonga tadi dengan ciri ciri “HOMANG” , karena di dalam goa yang terjal sekitar 50 meter dari persawahan rakyat tersebut di jumpai seperti bekas tapak kaki anak-anak kecil yang sedang jalan jalan, tempatnya bersih dan dalam goanya tidak dapat diprediksi.

Menurut mitos serta keterangan dari tokoh Silitonga tadi dari lokasi tersebut bisa tembus ke daerah Pahae yang jauhnya ratusan KM.

Inilah sekilah cerita “HOMANG” yang jadi viral karena adanya kasus yang menelan ratusan ternak di desa Pargompulon Kec. Siborongborong beberapa waktu lalu. (TS)

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *