by

Pematangsiantar Kurang Menarik Bagi Putra Simalungun…???

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar tidak dapat dipisahkan karena pada awalnya kedua daerah ini adalah satu.

Demikian dikatakan Januarison Saragih Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Usaha Penyelamatan Asset Simalungun (DPP – UPAS) kepada Kabarnas Sabtu 6 Juni 2020.

Januarison mengatakan bahwa kota Pematangsiantar awalnya adalah Ibu Kota Kabupaten Simalungun selanjutnya Pematangsiantar menjadi Kota dan Ibu Kota Kabupaten Simalungun pindah ke Pamatang Raya.

Dengan demikian secara historis kedua daerah ini adalah “tanoh hasusuran” Simalungun terlihat dari motto kedua daerah yaitu Kabupaten Simalungun “Habonaron Do Bona” dan Kota Pematangsiantar “Sapangambei Manoktok Hitei”.

Dijelaskan Januarison Pemerintah sudah memutuskan Pilkada di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020. Sebelum Pilkada diundur menjadi tanggal 9 Desember 2020 akibat pandemi Covid- 19 beberapa nama Balon Bupati Simalungun dan Walikota Pematangsiantar sudah santer disebut-sebut akan ikut “bertanding” bahkan sudah aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.

Dikatakan Januarison beberapa nama Balon Bupati Kabupaten Simalungun yang disebut – sebut akan “bertanding” antara lain Wagner Damanik, Amran Sinaga, Radiapoh Sinaga, Anton Saragih, Drs Gidion Purba, Hasyim. Beberapa nama Balon Wakil Bupati Kabupaten Simalungun Abidinsyah Saragih, Corry Purba, Rospita Sitorus, Qadar Siregar.

Beberapa nama Balon Walikota Pematangsiantar yang disebut – sebut akan “bertanding” antara lain Hefriansyah Noor, Asner Silalahi, Binsar Situmorang, Rajamin Sirait, Alpeda Sinaga, Ojak Naibaho. Beberapa nama Balon Wakil Walikota Pematangsiantar Susanti Dewayani, Fendi Siregar, Reinward Simanjuntak.

Januarison Saragih menegaskan mencermati nama – nama Balon di kedua daerah tersebut membuat timbul pertanyaan bagi kita apakah kota Pematangsiantar kurang menarik bagi putra Simalungun sehingga minim sekali Putra Simalungun yang disebut – sebut akan “bertanding” di Kota Pematangsiantar pada Pilkada 2020 jika dibandingkan dengan di Kabupaten Simalungun.

Nama – nama Balon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Simalungun dan Walikota/Wakil Walikota Pematangsiantar tersebut tentulah belum final alias masih mungkin untuk berubah apalagi tahapan Pilkada baru akan dimulai kembali tanggal 15 Juni 2020 ujar Januarison Saragih.

Mengingat Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar adalah “tanoh hasusuran” Simalungun maka wajarlah putra Simalungun memiliki tanggung jawab moril yang lebih tinggi untuk membangun dan memajukannya.

Menjadi Pertanyaan bagi kita bersama Apakah Kota Pematangsiantar Kurang Menarik bagi Politisi Simalungun sehingga minim sekali Putra Simalungun yang disebut – sebut bakal bertanding di Kota Pematangsiantar pungkas Januarison Saragih.(nu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *