by

HIKMA Dukung Penuh Tuan Rondahaim Saragih jadi Pahlawan Nasional

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Siantar – Simalungun mendukung penuh perjuangan agar Tuan Rondahaim Saragih dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Demikian dikatakan Hairuddin Parinduri SH Pengurus Harian HIKMA kepada Kabarnas Rabu 13 Mei 2020.

Hairuddin mengatakan dirinya mengikuti Seminar Nasional Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih dalam Menentang Kolonialisme Belanda yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB – USU) tanggal 3 Maret 2020 di Gedung T Amin Kampus USU.

Dikatakan Hairuddin pada seminar tersebut sudah jelas dipaparkan bagaimana heroiknya kisah perjuangan Tuan Rondahaim Saragih sampai – sampai Belanda menyebutkan Rondahaim sebagai Napoleon der Bataaks.

Pada seminar tersebut juga terungkap bahwa hingga Tuan Rondahaim Saragih meninggal bulan Juli 1891 Belanda tidak pernah memasuki Raya, Belanda mengakui semangat, sikap dan kegigihan Tuan Rondahaim sehingga Belanda menyebutnya dari Raja yang “Keras Kepala” menjadi “Napoleon der Bataaks” ujar Hairuddin.

Selanjutnya dijelaskan Hairuddin bahwa selama perjuangannya Rondahaim Saragih selalu berusaha bekerja sama dengan orang Aceh, Karo, Toba, Melayu di pesisir untuk mengukuhkan kedaulatan raja – raja pribumi dari perpecahan yang diakibatkan campur tangan asing dan rongrongan dari dalam.

Diungkapkan juga pada seminar tersebut bahwa Rondahaim menghabiskan waktunya sekitar 50 tahun berjuang mempersatukan dan mempertahankan Simalungun dari serbuan pasukan Belanda.

Rondahaim mampu membangkitkan semangat anti kolonial di kalangan rakyatnya sehingga perjuangannya dapat disebut sebagai perjuangan rakyat semesta.

Hairuddin Parinduri menegaskan bahwa pada seminar tersebut disimpulkan bahwa Tuan Rondahaim Saragih layak dijadikan Pahlawan Nasional.

Rondahaim bukan hanya mewariskan nilai – nilai perjuangan bangsa akan tetapi juga mengajarkan kepada generasi muda akan pentingnya nilai – nilai persatuan bangsa.

Keanekaragaman etnis Indonesia tidak menjadi halangan bagi Tuan Rondahaim untuk menjalin kerja sama.

Tuan Rondahaim telah membuktikan bahwa dengan kegigihan, keberanian dan kerja sama lintas etnis telah membuat dirinya menjadi sosok yang tidak mudah ditaklukkan.

Sampai akhir hayatnya Tuan Rondahaim Saragih tidak pernah menyerah kepada kolonial Belanda.

Dengan demikian HIKMA Siantar – Simalungun mendukung penuh perjuangan agar Tuan Rondahaim Saragih dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pungkas Hairuddin Parinduri.(nu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *