by

Ada Warga Positip Covid-19, Diharapkan Pemko Makin Tegas dan Warga Makin Patuh

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Warga dan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar hendaknya semakin tegas dan warga semakin patuh setelah ada warga Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara Positip terjangkit virus Covid – 19.

Sudah seharusnya Pemko semakin tegas menjalankan protokol Covid – 19 dan masyarakat hendaknya patuh kepada kepada himbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Covid – 19 di kota “sapangambei manoktok hitei” ini.

Demikian dikatakan Hairudin Parinduri Warga Kelurahan Bukit Sofa dan Robert Sipayung Warga Kelurahan Bah Kapul kepada Kabarnas Senin 4 Mei 2020.

Seperti diketahui baha sesuai informasi dari juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid – 19 Pematangsiantar Daniel Siregar Minggu 3 Mei 2020 bahwa terkonfirmasi satu orang warga Kota Pematangsiantar positif (terjangkit) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Warga yang positif Covid-19 tersebut adalah seorang perempuan berusia 51 tahun, berdomisili di Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara Pematangsiantar.

Hairudian Parinduri mengatakan sesuai informasi yang diperolehnya Warga yang positif terjangkit Covid-19 tersebut merupakan seorang pedagang makanan, berupa mie dan pecal. Ia berjualan berkeliling dengan menggunakan “gerobak”.

Biasanya ia sering berjualan keliling hingga ke wilayah “BDB”, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.

Mencermati rute berjualannya setiap hari maka besar kemungkinan virus Covid – 19 saat ini sudah menyebar ke berbagai tempat.

Dengan demikian guna mencegah agar virus ini tidak semakin menyebar diharapkan Pemko bertindak lebih tegas lagi menjalankan protokol Covid – 19 dan masyarakat diharapkan lebih mematuhi lagi himbauan Pemko ujar Hairudin.

Hairudin Parinduri mengakui Pemko sudah banyak berbuat akan tetapi sehubungan adanya kasus positip ini diharapkan lebih tegas lagi misalnya meminimalisir keramaian di berbagai tempat warung kopi, warung tuak serta tempat berkumpulnya masyarakat supaya ditertibkan ujarnya.

Selanjutnya Robert Sipayung mengatakan dengan adanya kasus ini tidak ada lagi alasan untuk tidak serius melakukan upaya memutuskan rantai penyebaran virus Covid – 19 di Pematangsiantar.

Belajar dari kasus ini Pemko hendaknya mendata semua pedagang keliling yang beroperasi di Pematangsiantar dan bila perlu tidak boleh lagi berjualan berkeliling dengan catatan Pemko memberikan bantuan kepada mereka untuk bisa bertahan hidup.

Minimal dua minggi tidak boleh dulu ada pedagang keliling untuk membatasi interaksi masyarakat ujarnya.

Robert Sipayung mengatakan pengamatannya sekilas bahwa masyarakat Siantar seakan tidak perduli dengan wabah Covid – 19 yang tengah melanda dunia saat ini, prediksi saya lebih 80 persen warga beraktifitas seperti biasa seakan tidak ada wabah sama sekali.

Kita berharap dengan adanya kasus ini Pemko semakin tegas melaksanakan protokol Covid – 19 dan warga diharapkan semakin mematuhi arahan dan himbauan Pemko.(nu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *