by

Putusan MA Berdampak Terhadap Popularitas Hefriansyah Noor

Pematangsiantar, Kabarnas.com – Pasca keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak gugatan DPRD Kota Pematangsiantar tentulah berdampak terhadap popularitas dan kepercayaan masyarakat Kota Pematangsiantar terhadap Walikota Hefriansyah Noor.

Demikian pendapat beberapa warga Pematangsiantar kepada Kabarnas Sabtu tanggal 2 Mei 2020.

Hartama Goliath Damanik warga Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari mengatakan secara kaca mata awam dengan ditolaknya gugatan tersebut arti upaya pemakzulan Hefriansyah dari jabatan Walikota Pematangsiantar sudah gagal.

Dengan kata lain semua tuduhan yang dialamatkan DPRD kepada Hefriansyah Noor tidak terbukti di MA sehingga besar kemungkinan masyarakat yang awalnya tidak bersimpati kepada Hefriansyah menjadi bersimpati ujar Hartama.

Dikatakan Hartama sudah dua kali DPRD membentuk Pansus Angket kepada Hefriansyah dan keduanya kandas yang pertama kandas karena saat paripurna hendak mengambil keputusan tidak quorum dan yang kedua kandas di MA.

Hartama meyakini masyarakat Pematangsiantar mengamati perkembangan situasi ini sehingga dengan kandasnya gugatan di MA diyakini menjadi bertambah simpati masyarakat kepada Walikota Hefriansyah Noor ujarnya.

Sementara itu Laurensius Saragih warga Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara mengatakan bahwa sebenarnya Penolakan MA atas upaya pemakzulan Walikota Hefriansyah bukanlah semata – mata menjadi tolak ukur meningkatkan simpati rakyat Siantar kepada Hefriansyah.

Laurensius Saragih yang juga Ketua Siantar – Simalungun Development Watch (SSDW) mengatakan yang menjadi tolak ujur simpati masyarakat Siantar adalah hasil kinerja nyata yang sangat membatu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertanyaannya apakah kinerja Walikota Hefriansyah sudah baik atau sebaliknya masih jauh dari harapan.

Buktinya, DPRD sebagai wakil rakyat merasa gerah melihat kinerja Walikota yang dirasakan menciderai kepentingan masyarakat sampai sampai berbulat tekad memakzulkan Walikota.

Ditegaskan Laurensius hal tersebut merupakan implikasi kinerja buruk Walikota.

Meskipun pemakzulan ini ditolak MA, tapi usaha DPRD sebagai wakil rakyat sudah dibuktikan.

Lebih lanjut dikatakan Laurensius tetapi ada juga kalangan masyarakat yang menaruh simpati kepada Walikota Hefriansyah karena ada faktor tersendiri dan Itu adalah hal yang wajar.

Laurensius berharap kedepannya DPRD harus lebih fokus dan optimal jika melakukan tindakan politik terhadap Walikota.

Jangan setengah hati seperti keputusan MA yg akhirnya menolak Pemakzulan tersebut ujarnya.(nu)

Comment

News Feed