by

Gencarkan Monitoring, Selamatkan Sungai Deli

Oleh :  Stevi Verayanti Siahaan, Mahasiswi Fakultas Bioteknologi UKDW Yogyakarta

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan.

Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di bumi karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu 73% terdiri dari air.

Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya Air yang cukup. Namun, Air juga dapa tmenjadi masalah yang besar bagi setiap makhluk hidup jika tidak tersedia sebagaimana mestinya.

Akhir-akhir ini, air menjadi masalah yang penting. Dimana air sudah tercemar oleh berbagai macam limbah dan polutan yang berasal dari kegiatan manusia. Sehingga sumberdaya air mengalami penurunan yang tak mampulagi untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sungai Deli merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada di Kota Medan. Mulanya, pada masa kerajaan Deli, sungai ini merupakan urat nadi perdagangan kedaerah lain. Masyarakat pinggiran Sungai Deli menggunakan sungai selain untuk mandi, cuci, minum dan memasak, juga dijadikan sebagai tempat buang air kecil dan buang air besar, juga sebagai tempat pembuangan sampah.

 Sungai Deli Kondisi Kritis

Sungai Deli terletak di Kota Medan, Sumatera Utara. Sungai ini melewati Kota Medan. Sungai Deli tidak hanya melewati kota, namun juga melewati area perladangan, serta perindustrian.  Sungai ini merupakan sumber air bagi masyarakat dan bagi beberapa pabrik yang ada disekitarnya. Dengan adanya aktivitas ini, maka akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas airnya.

Pencemaran Sungai Deli, 70 persen di antaranya diakibatkan limbah padat dan cair. Limbah domestik padat atau sampah yang dihasilkan di Kota Medan 1.235 ton setiap harinya. Sungai Deli saat ini berubah fungsi sebagai tong sampah yang panjang dan melebar.

Sumber pencemaran sungai Deli berasal dari industri, rumah tangga, serta peternakan berupa limbah domestik yaitu limbah rumah tangga yang berbentuk cairan dan padatan yang dibuang kesungai  berupa black water yang menyebabkan tingginya bakteri E.coli serta berupa sampah yang menyebabkan DO dalam air menjadi berkurang dan kehidupan organisme dalam air juga terganggu.

Limbah non domestik yaitu limbah industri dan peternakan yang berupa bahan olah karet berbentuk kepingan atau batangan balok. Dari proses pengolahan karet tersebut menghasilkan limbah cair yang banyak mengandung senyawa organik pembuangan babi yang mati akibat penyakit kesungai. Hal ini menyebabkan naiknya kadar BOD pada sungai, mempengaruhi pH air, serta terjadi pencemaran sungai yang merusak kualitas airnya.

Pencemaran sungai deli berdampak sangat luas, misalnya air sungai tak lagi bisa untuk minum bahkan mencuci pun tidak, serta mengganggu keseimbangan ekosistem alam, mengakibatkan penyumbatan drainase, aliran sungai juga tak bisa mengalir dan terhenti karena tumpukan limbah domestik, serta memiliki dampak bagi kesehatannya itu beberapa penyakit yang masuk dalam kategori water-borne diseases.

Pentingnya pengelolaan Sungai Deli

Monitoring pada sungai Deli sangat penting agar dari monitoring akan diketahui status mutu, sumber pencemar dan pihak-pihak yang melakukan pencemaran.  Berdasarkan data monitoring dapat dirumuskan langkah-langkah untuk melakukan pengelolaan termasuk penindakan pada pihak-pihak pencemar dll.

Partisipasi aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah sungai, Pendampingan UKM dan industry untuk peningkatan pengolahan limbah, hingga penindakan, Restorasi dan konservasi DAS.

Melibatkan para pemangku kepentingan, mencakup tindakan berbasis lokasi dan daerah tangkapan air, yang disebut program konservasi air, membuat bendungan, memperbaiki drainase utama seperti sungai-sungai kecil di Kota Medan, misalnya Sungai Deli, sungai Putih, Sungai Sei Sikambing dan Sungai Bederah maupun sungai lain. Perusahaan juga harus ditindak kalau terbukti membuang limbah secara langsung kesungai tanpa mengelolanya terlebih dahulu, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang limbah sembarangan yang dapat merusak ekosistem sungai.

Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan terwujudnya sumber air bersih, sehat, aman untuk masyarakat.  Permasalahan air bersih sudah seharusnya mendorong dan meningkatkan kepedulian masyarakat di dunia dalam rangka memanfaatkan sumber daya air.  ‘’SELAMAT HARI AIR SEDUNIA’’

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *