by

Issu SARA Tak Laku di Pilkada Siantar – Simalungun.

Simalungun, Kabarnas – Pada Pilkada Siantar – Simalungun tahun 2020 yang memakai Issu SARA diperkirakan tak akan laku bahkan ada kecenderungan kuat kandidat yang menggunakan issu SARA menjadi “musuh” bersama masyarakat Siantar – Simalungun.

Demikian dikatakan Rizal Sipayung SE Direktur Eksekutif Kelompok Studi Ilmu Sosial (KesiS) Siantar – Simalungun di Pematangsiantar,  Kamis (5/9).

Rizal Sipayung SE mentakan KesiS terus melakukan pengamatan ditengah masyarakat Siantar – Simalungun seputar bagaimana aspirasi dan persepsi masyarakat seputar kandidat Pemimpin Siantar – Simalungun.

Dari hasil pengamatan KesiS terdapat kecenderungan yang sangat kuat bahwa masyarakat Siantar – Simalungun sudah sangat jenuh dan muak dengan issu SARA.

Kontestasi Pilpres dan Pilgubsu yang diwarnai aroma Issu SARA menyadarkan masyarakat Siantar – Simalungun betapa tidak bermoral serta tidak beretika serta tak ada manfaatnya bagi pendewasaan berdemokrasi menggunakan issu SARA demi untuk meraih kekuasaan.

Penggunaan Issu SARA tidak membawa manfaat malah bisa membuat masyarakat menjadi terpecah.

Dijelaskan Rizal Sipayung SE kondisi masyarakat Siantar – Simalungun yang sangat heterogen dimana masing – masing memiliki sahabat, relasi serta keluarga yang berbeda Suku dan Agama sehingga tidak simpatik jika issu SARA digunakan demi meraih kekuasaan.

Rizal Sipayung mengatakan KesiS memprediksi jika ada kandidat Pemimpin Siantar – Simalungun menggunakan issu SARA akan mendapat penolakan kuat dari masyarakat bahkan bisa saja jadi dimusuhi masyarakat ujarnya. (nu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *