by

Sebanyak 30.000 Butir Ekstasi Diduga Berasal dari Malaysia Gagal Beredar di Indonesia

Kabarnas.com, Riau – Sebanyak 30.000 butir Narkotika jenis Ekstasi yang diduga berasal dari Malaysia gagal beredar di Indonesia. Narkotika tersebut, menurut Mayjen TNI MS Fadhilah, Panglima Kodam I/Bukit Barisan, melalui rilisnya yang disampaikan oleh Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, SSos, Kapendam I/Bukit Barisan, Selasa (26/06/2019) merupakan temuan warga Desa Gerilya, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

“Warga menemukan tiga plastik narkoba jenis ekstasi tak bertuanĀ  kepada Babinsa Koramil 01/Bengkalis, Kodim 0303/Bengkalis, Korem 031/Wira Bima, Kodam I/ Bukit Barisan, hari ini sekitar pukul 10.00 Wib,” sebut Kapendam.

Dijelaskan Kapendam I/BB, disadur melalui media siber www.kabar24jam.com, selanjutnya penemuan tiga plastik ekstasi oleh Babinsa itu disampaikan Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf Tommy Prasetya Harmianto, SSos.

Dalam laporannya, Dandim O303/Bengkalis menjelaskan, penemuan tiga plastik narkoba jenis ekstasi sebanyak 30.000 butir ini berdasarkan laporan warga kepada Babinsa Koramil 01/Bengkalis, atas nama Serda RS Sitorus.

Tiga bungkus ungkusĀ  itu, pertama sekali ditemukan oleh ibu Aidah di samping rumahnya di Desa Gerilya, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Temuan itu langsung dilaporkan ibu Aidah kepada Linmas bernama Rudi, yang selanjutnya diteruskan kepada Serda RS Sitorus.

Mendapat laporan warga, Serda RS Sitorus meluncur ke lokasi untuk membuktikan. Ternyata, laporan warga benar adanya. Oleh Serda RS Sitorus, temuan itu dilaporkan kepada Danramil 01/Bengkalis, Mayor Arm Bismi Tambunan.

Selanjutnya, Danramil 01/Bengkalis melakukan koordinasi dengan Plt Danunit Intel Kodim 0303/Bengkalis, Sertu MY Harahap guna mengamankan tiga karung narkoba itu ke Kantor Kodim 0303/Bengkalis.

Dari laporan Dandim 0303/Bengkalis, dirinya telah berkoordinasi
dengan Kapolres Bengkalis. Koordinasi itu untuk meminta pengiriman anggota Sat Narkoba untuk mengecek kepastian jenis ekstasi yang ditemukan,” jelas Kapendam.

Setelah diperiksa, diperoleh kepastian bahwa tiga plastik ekstasi itu dari jenis Minion. “Jenis ini cukup banyak beredar di Indonesia, dan diduga narkoba ini hasil selundupan dari negara tetangga, Malaysia,” ungkap Kapendam berdasarkan laporan Dandim.

Kapendam juga menerangkan, Dandim 0303/Bengkalis telah melaporkan penemuan tiga plastik ekstasi sebanyak 30.000 butir ini kepada Danrem 031/WB, Brigjen TNI Mohammad Fadjar, untuk kemudian dilaporkan ke Komando Atas.

Di akhir penjelasannya, Kapendam I/BB mengakui, laporan penemuan narkoba oleh warga kepada Babinsa ini, menjadi bukti bahwa peran dan fungsi Binter yang dilaksanakan selama ini berjalan efektif dan baik.

Karenanya, Kapendam mendorong para Babinsa di seluruh jajaran Kodam I/BB untuk terus meningkatkan peran Binter kepada warga binaan masing-masing, sehingga tidak saja kemanunggalan TNI-Rakyat yang kian terbangun, tetapi juga kecintaan Rakyat kepada TNI akan semakin bertumbuh. (HD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *