by

21 orang Napi Rutan Lhoksukon yang melarikan diri berhail ditangkap

Kabarnas.com, Banda Aceh – Puluhan narapidana Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara melarikan diri usai mendobrak pintu utama penjara tersebut. Mereka kabur sesaat setelah kerusuhan di dalam rutan.

Informasi yang dihimpun dari Banda Aceh, Minggu (16/6), kejadian kabur narapidana tersebut sekitar pukul 16.25 WIB.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami, “Iya benar. Saya masih koordinasi dengan Kadivpas Aceh untuk memastikan berapa jumlah Napi yang kabur,” ucap Sri saat , Minggu (16/6).

Sri menjelaskan, jumlah tahanan dan narapidana yang ada di Rutan Lhoksukon sudah melebihi kapasitas (over load). Rutan ini mempunyai kapasitas menampung 70 napi. Tapi sekarang napi yang menghuni mencapai 449 orang, terbanyak kasus narkoba.

Pihaknya masih mendata jumlah napi yang kabur setelah membobol pintu, namun sebagian napi yang kabur sudah ditangkap.

Sebelum melarikan diri, sempat terjadi kerusuhan di dalam penjara, para narapidana melarikan diri dari berbagai arah menuju pemukiman penduduk.

Sementara itu menurut  Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, kerusuhan di rutan dipimpin oleh napi kasus pembunuhan bernama Syafrizal yang divonis seumur hidup dan temannya bernama Rahmat.

“Napi kasus pembunuhan itu yang memprovokasi sampai akhirnya kawan-kawanya ribut sehingga pintu jebol,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Rutan Cabang Lhoksukon Yusnal SH,  menyebutkan aksi pelarian napi dimulai Syafrijal (42) napi kasus pembunuhan asal Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat Aceh Utara, bersama Rahmat napi asal Sawang.

Syafrijal yang divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara pada 28 Mei 2019, karena melakukan pembunuhan terhadap M Amin (73) Peutuha Peut Dusun Alue Mudek, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

“Ia memegang besi dan sikat gigi yang sudah diruncingkan, kemudian menggoyang pintu ketiga yang berada dalam tahanan. Kemudian diikuti puluhan napi lain, sehingga pintu tersebut rusak. Kemudian mereka juga merusak pintu kedua dengan cara menggoyangnya lagi dan melempar dengan kursi besi,” ungkap Yusnal.

Petugas yang sedang menjaga bersama napi tamping berusaha melerai aksi pelarian napi tersebut dipukul para napi dan tahanan yang kabur.

“Mereka merusak pintu utama dengan cara mendobrak dan menggoyangkan, sehingga pintu tersebut rusak, kemudian langsung kabur,” cerita Yusnal.

Polres Aceh Utara masih terus memburu para napi yang kabur yang sampai Minggu malam belum tertangkap.

Sejumlah petugas bersenjata lengkap tampak dikerahkan mengamankan rumah tahanan tersebut.

Sejumlah personel Polri dibantu TNI dan petugas rumah tahanan masih mengejar narapidana yang melarikan diri itu.

Narapidana yang ditangkap kembali dikumpulkan sudut kantor rumah tahanan tersebut. Mereka didata satu per satu. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab para narapidana melarikan diri tersebut.

Akibat insiden ini sebanyak 73 narapidana berhasil kabur, 21 di antaranya berhasil dibekuk kembali. Di depan rumah tahanan tersebut juga sudah dipasang garis polisi, dan kondisinya sudah kondusif.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *