by

Magdalena Sitorus: perdagangan orang berkedok kawin kontrak bentuk eksploitasi terhadap perempuan.

Kabarnas.com, Jakarta – Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Magdalena Sitorus mengatakan praktik tindak pidana perdagangan orang berkedok kawin kontrak  yang terungkap di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan bentuk eksploitasi terhadap perempuan.

“Tidak hanya faktor ekonomi, kasus tersebut juga perlu dilihat sebagai kasus eksploitasi terhadap perempuan dimana perempuan sebagai objek,” kata Magdalena saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (15/6).

Magdalena mengatakan selain anak – anak perempuan merupakan salah satu kelompok rentan, kerap kali dieksploitasi dengan memanfaatkan kerentanan yang dimiliki.

Dalam tindak pidana perdagangan orang (human trafficking), ada pihak-pihak yang berusaha mengeksploitasi perempuan untuk mendapatkan keuntungan.

“Bisa jadi kemiskinan merupakan salah satu bentuk kerentanan yang dimiliki perempuan dan itu dimanfaatkan dalam kasus di Kota Pontianak,” tuturnya.

Namun kemiskinan materi tidak hanya menjadi satu-satunya faktor dalam kasus tersebut. Ada kemiskinan pengetahuan dan informasi yang terjadi pada perempuan-perempuan yang menjadi korban.

“Mereka tidak tahu dampak dari praktik kawin kontrak sehingga mereka mudah ditipu, dijanjikan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Karena miskin pengetahuan dan informasi, mereka tidak melihat ada bahaya kemungkinan dieksploitasi dalam praktik kawin kontrak yang menjadi kedok tindak pidana perdagangan orang tersebut.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Barat dan Imigrasi Wilayah Kalimantan Barat berhasil mengungkap sindikat tindak pidana perdagangan orang berkedok kawin kontrak.

Menurut Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Kamis (13/6/2019) pagi, pihaknya berhasil mengamankan 7 orang yang  terkait dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak dengan warga negara asing (WNA), termasuk dua warga negara China (Tiongkok).

Enam pria, dan satu wanita mereka masih diperiksa termasuk dokumen keimigrasiannya dan tujuannya datang ke sini, uajr Kapolda.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyebut ada sebuah rumah menjadi tempat penampungan warga negara asing untuk dinikahkan secara kontrak dengan warga Indonesia.

Menurut Kepala Subseksi Penindakan Imigrasi Wilayah Kalimantan Barat Murdani,  tindak pidana perdagangan orang ini terungkap berkat informasi masyarakat yang mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Perdana, Kompleks Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *