by

Presiden Jokowi bagikan 3000 sertifikat dan dua sepeda di Bali

-Daerah-60 views

Kabarnas.com, Bali – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya menyerahkan 3.000 sertifikat hak atas tanah kepada rakyat, di Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Jumat (14/6) siang.

Saat memberikan sambutan, Presiden Jokowi meyebutkan tahun 2025 nanti seluruh bidang tanah sudah memperoleh sertifikat dan Provinsi Bali akan menjadi yang pertama selesai.

Sebagimana disampaikan Pak Menteri Agraria,  Bali adalah provinsi pertama yang semua bidang tanahnya bersertifikat, ujar Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam acara tersebut.

Kalau saya pergi ke desa, ke kampung, ke daerah, selalu yang masuk adalah laporan sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah. Konflik bisa terjadi tetangga dengan tetangga, bapak dengan anaknya, masyarakat dengan pemerintah, dan masyarakat dengan BUMN, tambahnya.

Namanya sertifikat, yang merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah penting sekali untuk mendinginkan suasana yang ada di setiap daerah agar tidak ada konflik tanah lagi, sengketa tanah, sengketa lahan.

“Kalau sudah pegang ini mau apa? Ada orang ngaku-ngaku “Ini tanah saya”, Heh, tanah saya dong, ini sertifikatnya ada, jelas semuanya, nama pemegang hak, desanya jelas, meter perseginya berapa, jadi kalau kepengadilanpun sudah pasti menang, ujar Presiden.

Jadi kalau sudah pegang sertifikat, nanti sampai di rumah difotokopi, terus disimpan, sehingga kalau hilang aslinya, masih punya fotokopi. Ngurus ke kantor BPN lebih mudah, ujar Jokowi mengingatkan.

“Saya titip kenapa diplastik, jikalau atapnya bocor, sertifikatnya nggak rusak, Ini barang penting lho, bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki, namanya sertifikat,” tutur Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi memanggil perwakilan masyarakat yang hadir untuk menceritakan pengalamannya ikut program sertifikasi tanah.

Masyarakat yang dipanggil ke depan pun dimintanya untuk melafalkan Pancasila dengan lancar.

Adi Jaya (Gungah) asal Tabanan, ditanya Presiden proses pengurusan sertifikat.  Adi pun menceritakan, nggak sampai satu bulan. Setelah pendaftaran diukur di lapangan, lalu pemberkasan dan sidang. Setelah sidang, selesai,” katanya.

Makasih sepedanya boleh diambil, habis Pemilu sudah boleh beri sepeda lagi. Dulu 7 bulan selama kampanye nggak boleh kasih sepeda. Ya sudah, beneran sepedanya masih utuh, kata Jokowi berseloroh dan disambut tepuk tangan meriah.

Kemudian  Putu, warga Gianyar, yang juga mendapatkan hadiah sepeda, ia menceritakan pengurusan sertifikat kurang lebih sebulan.

“Urus kurang lebih satu bulan. Fotokopi KK, KTP, silsilah keluarga, sama pendamping tanah,” katanya.

Jokowi pun kemudian mengatakan bahwa pengurusan sertifikat harus lebih cepat dari sebelum-sebelumnya.

“Ingat ya dulu urus sertifikat bukan bulan, tahun. Tapi sekarang bersyukur BPN kerja pagi sampai malam, jadi kita harus beri apresiasi,” katanya.

Pada acara tersebut tampak hadir sejumlah menteri dan pejabat di antaranya Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

 

Comment

News Feed