by

Tersangka kasus bentrok di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menjadi 38 orang.

Kabarnas.com, Buton – Tersangka kasus bentrok yang terjadi antara dua desa di Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, bertambah menjadi 38 orangdari sebelumnya sebanyak 36 orang

Jadi  38 orang  yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 45 orang dipulangkan kembali karena tidak bersalah,” ungkap Kapolres Buton, AKBP Andi Herman di Mapolres Buton, Selasa (11/6/19)

AKBP Andi Herman menjelaskan, para tersangka tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda. “Ada yang membakar, ada yang merusak, ujarnya.

Sebelumnya, bentrokan yang melibatkan Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara terjadi pada 5 Juni 2019 pukul 14.30 Wita.

Untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan Polda Sultra mnetapkan status siaga 1 didaerah tersebut dan menempatkan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau setara dengan 300 personel Brimob dibantu TNI menjaga perbatasan dua desa. Hal tersebut untuk memastikan warga dari kedua desa tidak lagi saling menyerang.

Setelah situasi bisa dikendalikan, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada hari Sabtu (8/6) melakukan penangkapan terhadap 83 orang yang diduga pelaku penyerangan dan dibawa ke Mapolda Sultra. Para terduga pelaku sedang diperiksa pada Senin (10/06/2019), .

Kkronologi terjadinya bentrokan bermula dari konvoi pemuda Desa Gunung Jaya menggunakan sepeda motor melintasi Desa Sampuabalo pada Selasa (4/6).

Warga Desa Sampuabalo yang resah atas perilaku para pemuda tersebut,  bertambah marah setelah pada Rabu (5/6) seorang pemuda Desa Sampuabalo dipanah oleh pemuda Gunung Jaya.

Akibat kejadian tersebut, warga Desa Sampuabalo pada 5 Juni 2019 pukul 14.30 Wita, usai salat Idul Fitri menyerang Desa Gunung Jaya melempari rumah-rumah warga menggunakan bom molotov hingga menyebabkan rumah warga terbakar.

Pada keesokan harinya, Kamis (6/6), warga Desa Gunung Jaya melakukan serangan balasan ke Desa Sampuabalo yang menyebabkan jatuhnya korban luka dan meninggal dunia

Minggu (9/6) anggota TNI dan Polri,  mulai membersihkan rumah warga yang terbakar dengan menyingkirkan puing-puing bangunan.
Pembersihan puing bangunan milik warga Desa Gunung Jaya Kecamatan Siotapina oleh TNI, polisi, dan Satuan Brimob tersebut dibantu sejumlah warga setempat.

Komandan Distrik Militer 1413 Buton Letkol Inf. Davy Dharmaputra mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial itu merupakan persiapan untuk pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.

“Harapannya dengan dilaksanakan kerja bakti pembersihan ini pembangunan rumah akan lebih cepat. Begitu material tiba, bisa langsung dikerjakan,” ujarnya.

Personel TNI yang diterjunkan membantu membersihkan rumah tersebut, kata dia, terdiri atas Yonif 700 sebanyak 100 personel, Yonzipur 21 orang, dan Kodim 1413 Buton sebanyak 80 personel.

Akibat terjadinya bentrokan antara pemuda Desa Gunung Jaya dan Desa Sampoabalo tersebut, sebanyak 87 rumah di Desa Gunung Jaya terbakar, dua orang meninggal, dan 8 orang korban luka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *