by

Mantan Kapolda Metro Jaya tersangka makar, akan diperiksa ulang Senin (17/6) pekan depan.

Kabarnas.com, Jakarta  – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menjadwalkan kembali pemeriksaan ketiga untuk mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka dugaan makar pada Senin (17/6) pekan depan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa(11/6) mengatakan pihaknya sudah menjadwal ulang untuk pemeriksaan tersangka pada Senin 17 Juni 2019 mendatang .

Sebelumnya pada panggilan kedua Senin (10/6) kemarin, yang merupakan pemeriksaan perdana sebagai tersangka, Sofyan tidak hadir dengan alasan sakit. Sebelumnya, ia juga telah diperiksa sebagai saksi pada Mei lalu.

Karena tidak hadir, Sofyan meminta penyidik menjadwalkan ulang, dan disampaikannya ke polisi melalui kuasa hukumnya Ahmad Yani.

“Ya, hari ini Sofyan Jacob dijadwalkan pemeriksaan, tapi beliau berhalangan karena sakit. Pada hari ini  kami antar ke penyidik untuk dijadwalkan ulang,” ujar

Kemarin Senin (10/6) di Polda Metro Jaya,  Ahmad Yani mengaku mengajukan permohonan penjadwalan ulang untuk memeriksa kliennya pekan depan.

“Jika sudah ada jadwal ulang, Kami siap hadir bersama Sofyan, ujar Yani.

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (29/05/2019), statusnya saksi dinaikkan penyidik menjadi tersangka usai memeriksa sejumlah saksi dan menggelar perkara.

Bukti kuat Sofyan diduga telah berbuat makar terdapat pada sebuah rekaman video, ada ucapannya, ujar Argo.

Sofyan dilaporkan oleh seseorang di Bareskrim Mabes Polri, pelapor tersebut sama dengan pelapor Eggi Sudjana dan Kivlan Zen.

Selanjutnya, laporan terhadap Sofyan itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.


KOMENTAR

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *