by

24 orang tukang bangunan tewas dibantai KKSB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua

Kabarnas, Jayapura – Pihak Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVIII Papua mengkhawatirkan nasib para pekerja proyek pembangunan jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang dilaporkan tewas dibantai kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), pada Minggu (2/12) pagi.

“Kami juga belum dapat memastikan nasib ASN (aparatur sipil negara) PUPR yang bertugas mengawasi pembangunan jembatan yang dilakukan PT Istaka Karya,” kata Kepala BBPJN Wilayah XVIII Papua Oesman Marbun kepada Antara di Jayapura, Selasa(4/12).

Dia mengatakan pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengetahui perkembangannya serta nasib para pekerja dan ASN, serta upaya mengevakuasinya.

“Pagi ini saya ke Wamena, untuk memantau langsung perkembangannya,” kata Marbun yang mengaku sudah berada di pesawat menuju Wamena, Kabupaten jayawijaya, untuk selanjutnya ke Kabupaten Nduga.

Ia menyebut PT Istaka membangun jembatan di 41 titik di Kabupaten Nduga.

Sementara itu, Kepala Satker Wamena Togap Manik secara pisah mengakui Efrand Hutagaol selaku ASN di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditugaskan ke Nduga sejak Jumat (30/11) dan belum diketahui nasibnya.

Dilaporkan pada Ninggu (2/12) KKSB membunuh puluhan karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pengerjaan pembangunan jembatan di Distrik Yall.

Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKSB dan 10 lainnya berhasil melarikan diri dan diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin mengatakan, untuk mengevakuasi korban, Anggota TNI dan Polri, telah dikerahkan keĀ  Distrik Yall, Kabupaten Nduga, tempat para korban dibunuh KKSB

Hal tersebut diungkapkan Irjen Pol. Sormin kepada Antara di Jayapura pada Selasa (4/12). Aparat keamanan sebetulnya pada hari Senin (3/12) sudah bergerak menuju lokasi, namun akibat jalan dipalang KBB dengan dahan-dahan pohon di sepanjang jalan, anggota kembali ke Wamena.

Pada Selasa pagi (4/12) anggota kembali diberangkatkan, ujarnya.

Kapolda berharap evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ketika ditanya penyebab pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka tersebut, Kapolda Papua mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat kepastian karena kesulitan komunikasi ke kawasan itu.

“Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka,” kata Irjen Pol. Sormin.

Sementara itu, data yang dihimpun Antara menyebutkan bahwa Pdt. Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang.

Dari laporan tersebut, terungkap dua tukang melarikan diri dan selamat. Mereka kini di Distrik Mbua. Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga. Mereka dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *