by

“Flamboyan” yang diucapkan Presiden Jokowi sangat menyentuh hati keluarga SBY

Jakarta, Kabarnas – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan ucapan bunga “flamboyan” yang disematkan Presiden Joko Widodo untuk Ibu Negara Republik Indonesia periode 2004-2014 Ani Yudhoyono sangat menyentuh hati.

“Tentu pidato beliau juga yang sangat mengharukan, menyentuh hati kami bahkan menggunakan istilah ‘flamboyan telah pergi tetapi akan selalu di hati’, kami meneteskan air mata,” kata AHY seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/6).

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) keduanya datang ke istana Presiden   mengenakan kemeja batik yang sama. Mereka datang bersama istri  Anissa dan Aliya yang kompak mengenakan kebaya putih serta bersanggul.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putra bungsu mereka Kaesang Pangarep. Mereka bertujuh tampak akrab di meja oval Istana Merdeka sambil bercakap ringan.

Saat menjadi  inspektur upacara pemakaman mendiang Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (2/6), Presiden Joko Widodo mengakhiri pidatonya dengan ucapan “Flamboyan telah pergi, namun tetap akan hidup di hati rakyat Indonesia yang mencintainya”.

Kata “flamboyan” yang diucapkan Jokowi dalam akhir pidatonya diambil dari sebuah puisi yang dikarang oleh SBY untuk Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kala masih muda. Flamboyan yang dimaksud adalah Ibu Ani muda yang saat itu sekitar tahun 1973-an tinggal di Jalan Flamboyan.

“Dulu sejak Pak SBY di Akademi Militer memanggil Bu Ani dengan sebutan flamboyan, jadi ibu Ani itu dibuatkan puisi dengan judul Flamboyan oleh pak SBY.

Kemarin saat proses pemakaman ibu Ani, kata “Flamboyan”  kembali diangkat oleh pak Jokowi, sehingga menghadirkan kembali banyak sekali memori kenangan. Ibunda Ani itu seorang yang teguh kuat, inspiratif, dan insyaAllah selalu menyayangi keluarga serta masyarakat Indonesia dimanapun berada,” tambah AHY.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) pukul 11:50 waktu Singapura, setelah sejak Februari lalu  menjalani perawatan medis di National University Hospital (NUH) berjuang melawan kanker darah. “Jadi saya ucapkan terima kasih sekali lagi kepada beliau (Presiden Jokowi) yang telah berkenan memberikan sambutan ataupun salam perpisahan mewakili seluruh rakyat Indonesia,” ungkap AHY.

Dalam pertemuan tersebut AHY mengaku tidak ada perbincangan lain termasuk soal politik dalam.

Ini adalah sebuah silaturahim antar dua keluarga, keluarga SBY dengan keluarga Jokowi. Ini adalah silaturahmi yang harus dijaga, dipelihara, dan mudah-mudahan semakin kita menjaga silaturahmi ini semakin banyak kebaikan untuk kita semuanya,” ungkap AHY.

Menurut AHY, Presiden Jokowi juga menitipkan pesan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar SBY dapat selalu sehat dan bisa tegar.

“Karena kita tahu sendiri ayahanda kami tercinta juga sangat merasa kehilangan, sangat wajar, 46 tahun bersama-sama ibu Ani, dan ketika secara mengagetkan Ibu Ani dipanggil yang maha kuasa tentunya ada kehampaan itu,” tambah AHY.

AHY juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berharap agar AHY dan Ibas serta segenap cucu dapat terus berkumpul dan memberikan dukungan kepada SBY.

“Supaya bisa melalui hari-hari yang tidak mudah bagi kami sekeluarga. Tapi Insya Allah kami terus tegar dan menata hati termasuk menyongsong hari esok yang lebih baik walaupun tanpa hadirnya Ibu Ani di samping kami,” ungkap AHY.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *