by

Dirumah pelaku bom bunuh diri, Densus 88 Antiteror temukan barang yang ada kaitannya dengan TKP

Sukoharjo, Kabarnas – Pasca terjadinya bom bunuh diri di pertigaan Tugu Tani, tepatnya di depan Pospam Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,  yang terjadi pada Senin (3/6) sekitar pukul 22.30 WIB, Pasukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri bergerak cepat melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

Rafik Asarrudin (22), pelaku bom bunuh diri merupakan warga Kampung Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Densus 88 bersama jajaran Polda Jateng melakukan penggeledahan di rumah pelaku berwarna cat putih RT 01 RW 02 Desa Wirogunan, Kartasura, sekitar pukul 01.00 WIB.

Polisi  memanggil Kepala Desa Wirogunan Marjono sebagai saksi dalam aksi penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri. Sejumlah barang bukti yang diduga bahan-bahan untuk meracik bom telah diamankan.

Menurut Kades Wirogunan Marjono (66),  dirinya dipanggil di rumah pelaku untuk menjadi saksi barang-barang yang disita, antara lain, serbuk arang, belerang, kabel-kabel, handphone, sakelar, dan aluminium.

“Saya tidak hafal satu per satu. Aka tetapi, barang-barang yang disita itu banyak dan dimasukkan ke dalam kertas ukuran besar warna cokelat, lalu dibawa oleh polisi,” katanya.

Polisi melakukan penggeledahan tidak lama sekitar setengah jam, kemudian dia diminta untuk keluar rumah itu.

“Pelaku ini, tidak pernah bergaul dengan warga sekitar. Dia orang pendiam. Jika salat Jumat di luar kampung,” katanya.

Polisi untuk sementara melakukan sterilisasi di rumah pelaku dan diberikan garis polisi sehingga warga sekitar tidak bisa mendekat ke lokasi. Polisi akan melanjutkan penggeledahan di rumah pelaku lagi pada pagi hari.

Dilokasi tampak Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi. Keduanya kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahnie mengatakan petugas dalam penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri menemukan barang bukti yang ada kaitannya dengan yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di pertigaan Tugu Tani.

“Kami menduga hasil penggeledahan ada beberapa barang ditemukan yang ada kaitannya dengan di tempat kejadian. Karena, suasana masih gelap harus lebih berhati-hati dalam mengerjakannya,” kata Kapolda.

Sehingga, kata Kapolda, perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara di rumah ini.

“Kami masih perlu waktu tim dari Gegana, Laboratorium Forensik, dengan Inafis. Kami tunggu hasilnya pemeriksaan nanti,” katanya.

Menurut dia, barang yang diamankan di lokasi kejadian perkara harus dilakukan pemeriksaan yang teliti oleh tim penjinak bom dari Mabes Polri.

Penemuan barang bukti di rumah pelaku ini semakin meyakinkan petugas dalam proses pembuktian.

“Pelaku terlibat jaringan apa baru bisa diungkap jika setelah dapat mengumpulkan semua bukti-bukti di TKP,” katanya.

Polisi memasang garis polisi sehingga kondisi lokasi steril untuk warga sekitar, penggeledahan akan dilanjutkan pagi ini.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *