by

Jenajah ibu Ani telah tiba di Halim Perdanakusuma dan akan dimakamkan besok siang

Jakarta, Kabarnas –  Jenazah Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono telah tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/6) malam sekitar pukul 22.02 WIB.

Sekitar pukul 19.30 waktu Singapura, jenazah Ani yang bernama lengkap Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo diterbangkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat transport berat TNI AU, jenis Hercules C-130VIP L-100-30 Hercules A-1314

Selanjutnya, jenazah diantar ke persemayaman terakhir di kediaman keluarga Yudhoyono di Puri Cikeas Bogor, dan diperkirakan tiba sekitar pukul 23.00 WIB untuk memberi kesempatan bagi para sahabat dan masyarakat yang ingin menyampaikan duka cita.

 

Sejumlah pejabat dan pasukan TNI sudah bersiap untuk melakukan penyambutan jenazah di landasan. Pasukan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut akan melakukan upacara militer penerimaan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka.

Sebelumnya putra ibu Ani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu malam mengatakan bahwa jenajah almarhumah akan disemayamkan di makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada esok hari Minggu (2/6) siang.

“Besok siang, insya Allah, almarhumah Ibu Ani Yudhoyono akan dimakamkan dengan upacara kehormatan militer di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, sebagai penghormatan terakhir, karena semasa hidupnya, beliau pernah menerima Bintang Mahaputra Adipradana,” kata AHY.

AHY mewakili keluarga besar Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas perhatian dan ucapan duka cita, dari para sahabat maupun masyarakat Indonesia, atas wafatnya Ani Yudhoyono.

Ani yang dirawat sejak 2 Pebruari 2019, wafat dalam usia 67 tahun, pada hari Sabtu 1 Juni 2019, 27 Ramadan 1440 H, pukul 11.50 waktu Singapura.

AHY mengatakan Ibu Ani berjuang melawan kanker darah, yang baru terdeteksi sejak pertengahan Februari lalu.

SBY dan keluarga yang selalu mendampingi, perhatian dan doa dari para sahabat maupun masyarakat Indonesia, serta upaya medis terbaik yang dilakukan tim dokter Kepresidenan dan tim dokter National University Hospital (NUH) Singapura, membuat Ibu Ani selalu bersemangat, berjuang dari hari ke hari, untuk sembuh.

“Namun, Allah SWT punya kehendak yang lebih baik bagi Ibu Ani. Atas nama keluarga, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya ada ucapan atau tindakan Almarhumah Ibunda kami, yang mungkin pernah mencederai perasaan Bapak, Ibu, saudara sekalian,” ujar AHY.

AHY beserta keluarga memohon doa agar Allah SWT mengampuni dosa Ani Yudhoyono dan melapangkan kuburnya.

“Kami, anak-anaknya, menyaksikan bahwa Ibu Ani adalah seorang muslimah yang baik, yang selalu memperhatikan Bapak SBY dan kami anak-anaknya, menantu dan cucu-cucu beliau serta masyarakat Indonesia,” tutur AHY.

“Sampai akhir hayatnya, beliau selalu mengikuti perkembangan di Tanah Air, ikut bersuka manakala rakyat senang, ikut berduka saat rakyat ditimpa kesusahan,” tuturnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *