by

Karena Nafsu Geleng, Novita Tewas Dicekik.

Pematangsiantar, Kabarnas – Bulan Ramadhan yang merupakan bulan pengendalian diri dari hawa nafsu, tidak berarti bagi Ari Saputra alias Putra Geleng (22) yang merupakan resedivis kasus pencurian dengan tindakan kekerasan.

Putra Geleng, penduduk Huta I, Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, tega membunuh Novita Dewi (18) hanya karena buah dada Novita bersentuhan dengan punggungnya saat berboncengan dan membuat nafsu Putra Geleng memuncak dan memperkosa serta membunuh wanita yang dikenalnya melalui jejaring media sosial tersebut.

Hal ini terungkap dari penyampaian konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Simalungun di kompleks Asrama Polisi (Aspol) Mapolres Simalungun, Jalan Sang Naualuh, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Jum’at (24/05/2019), atas pengungkapan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dialami seorang pekerja rumah makan di wilayah hukum Mapolres Simalungun.

AKBP M Liberty Panjaitan SIK, MH, Kapolres Simalungun, didampingi oleh AKP Ruzi Gusman, Kasat Reskrim Polres Simalungun, beserta beberapa personil Mapolres Simalungun, menyampaikan, bahwa kasus ini bermula ketika adanya laporan warga menemukan mayat seorang wanita yang sudah mulai membusuk diparit perladangan ubi di Huta II, Nagori Silinduk, Kec. Dolok Batu Nanggar, pada 17 Mei 2019, yang lalu.

Dari ciri ciri dan barang yang dikenakan teridentifikasi oleh warga, mayat tersebut bernama Novita Dewi (18) penduduk Gang Cebol, Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun yang diketahui menghilang. Dan dari hasil indentifikasi lanjutan dan penyelidikan tim Sat Reskrim Mapolres Simalungun, diketahui HP milik korban juga menghilang.

Selanjutnya, tim Sat Reskrim Mapolres Simalungun melakukan penyelidikan awal menghilangnya korban yang merupakan pekerja Rumah Makan di Jalan Medan, Kabupaten Simalungun.

” Melalui pemeriksaan CCTV rumah makan, terlihat sekitar pukul 04.50 Wib korban meninggalkan rumah makan dengan seorang pria pengendara sepeda motor merk Honda Beat plat BK 2904 TBC dan dari hasil pengembangan informasi diketahui pria tersebut bernama Ari Saputra alias Putra Geleng (22) warga Huta I, Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, ” ucap Kapolres.

Kemudian, kata Kapolres, tim melakukan pelacakan pelaku melalui nomor HP milik korban dan berhasil menangkap pelaku. “Saat ingin diamankan, pelaku mencoba melarikan diri hingga akhirnya kami mengambil tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolres menjelaskan.

Ujar Kapolres kembali, sesuai keterangan pelaku, pertemuan mereka diawali dari perkenalan di jejaring media sosial, Facebook. Kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pertemuan seusai Sahur menjelang Subuh dan membawa korban keluar dari lokasi kerja korban dengan mengendarai sepeda motor.

Sampai pada perladangan ubi milik warga di Huta II, Nagori Silinduk, Kec. Dolok Batu Nanggar,
karena bernafsu akibat dada korban yang bersentuhan dengan pelaku, dengan alasan bahwa pelaku sakit perut dan ingin buang air besar, pelaku menghentikan kendaraannya dan korban pun menuruti pelaku.

Masih kata Kapolres Simalungun, di lokasi perladangan itu pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan lalu memiting dan mencekik korban karena korban menolak ajakan pelaku.

“Disaat korban tak berdayalah pelaku memperkosa korban dan setelah selesai pelaku menaikan celana dalam korban. Saat itulah pelaku baru menyadari bahwa korban telah meninggal,” penyampaian Kapolres dihadapan awak media.

Sementara itu, AKP Ruzi Gusman, Kasat Reskrim Polres Simalungun, menambahkan bahwa pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan pada tahun 2012.

Pelaku melakukan pencurian dirumah milik warga di Nag. Silinduk dan pada saat menjalankan aksinya, pelaku terlihat oleh wanita pemilik rumah. Saat itu pelaku menikam leher korban karena berteriak dan mengundang massa yang selanjutnya menghakimi pelaku sebelum pelaku diserahkan ke Mapolres Simalungun

“Melalui persidangan pelaku diadili dengan hukuman penjara selama 1 bulan dengan tuntutan hukuman 3 bulan. Saat kejadian pelaku masih dibawah umur,” ucapnya. (HD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *