by

Polri berhasil menangkap 442 orang perusuh diantaranya ada simpatisan ISIS

Jakarta, Kabarnas – Mabes Polri menangkap  442 orang yang diduga sebagai perusuh dalam aksi damai di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, yang berlangsung pada 21 Mei hingga 23 Mei dinihari.

Hal tersebut diutarakan Kadiv Humas Mabes Polr Irjen Mohammad Iqbal, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5). Iqbal menyebutkan Polisi menangkap 185 orang yang diduga sebagai perusuh dalam aksi damai di depan Kantor Bawaslu RI pada Rabu (23/5) dinihari. Sebelumnya Polda Metro Jaya telah membekuk 257 pelaku yang bertindak anarkis, sehingga total keseluruhan perusuh yang ditangkap 442 orang.

“Jadi, pada aksi massa 21-22 Mei itu ada dua segmen. Pertama, massa peserta aksi damai yang spontanitas. Kedua, massa perusuh yang sengaja menyusup untuk membuat rusuh,” ujar Iqbal.

Para pelaku, ditangkap di sejumlah lokasi di Jakarta, seperti depan dan sekitar Kantor Bawaslu RI, Patung Kuda, Sarinah, Slipi, Menteng, dan Petamburan.

Mereka diamankan lantaran terbukti melakukan perusakan dan pembakaran kendaraan di asrama Polri Petamburan, depan Kantor Bawaslu RI, dan di depan Stasiun Gambir.

Dari tangan pelaku ditemukan pula barang bukti kejahatan. Diantaranya, senjata tajam, busur panah, bom molotov, batu, petasan, dan uang tunai yang diduga untuk membiayai aksi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Iqbal menyebutkan ada dua kelompok yang menunggangi aksi unjukrasa tanggal 21-22 Mei. Kelompok pertama adalah simpatisan ISIS. Kelompok kedua dari mereka yang memiliki senjata api (Senpi).

“Mereka ini perusuh. beda dari kelompok aksi damai,” kata Iqbal.

Ia menjelaskan munculnya kelompok Senpi berdasarkan pengakuan sekelompok orang yang sudah ditangkap Polri. Kelompok ini memiliki Senpi dengan alat peredam.

“Kami sudah melakukan proses BAP terhadap beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin sudah juga diamankan 6 tersangka yang juga membawa 2 senpi. Yang pertama tadi Senpi laras panjang, yang kedua, laras pendek,” jelas Iqbal.

Menurutnya, kelompok Senpi punya target ingin membuat kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir atau pahlawan. Tujuannya untuk menimbulkan kemarahan publik terhadap aparat.

Ini terus kami dalami dan kejar sesuai strategi penyelidikan.  Menurut Iqqbal pelaku ada yang tatonya banyak, dan kalau enggak salah, 4 orang positif narkoba. Bagaimana mau unjuk rasa kalau misalnya mereka positif narkoba,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (22/5)  mengatakan pihaknya telah menangkap 257 orang perusuh dari tiga lokasi. Para tersangka didepan Bawaslu ditangkap karena melawan petugas, perusakan karena memaksa masuk ke kantor Bawaslu, Polisi menyita barang bukti berupa Bendera Hitam, Petasan dan HP.

Tersangka rusuh di Petamburan ditangkap karena membakar mobil, dan menyerang asrama Polisi Gambir. Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa : Clurit, Busur Panah, Bom Molotop, dan Uang. Uang tersebut ada yg diamplop dengan jumlah antara Rp. 200.000 – 500.000 yang ditujukan untuk personal dan namanya telah tertera diamplop tersebut. Sedangkan uang sebanyak Rp. 5 juta rupiah diduga untuk operasional.

Untuk penyerangan asrama Polisi di Petamburan, sebelumnya telah direncanakan di Sunda Kelapa,  Polisi sudah mempuyai bukti berupa rekaman menyuruh menyerang.

Ada satu orang tersangka yang perannya menjadi provokator dengan cara membagikan tulisan digrup WA.

Tulisan tersebut diantaranya berbunyi:

-Persiapan buat perang yang lain mana?

-Rusuh sudah sampai tanah Abang sudah sampai bakar bakaran.

-Ngak bisa lewat ketanah Abang, jalan ditutup

– Live Kompas Jokowi di Tanah Abang ayo kita serang.

Argo menyebutkan bahwa para perusuh tersebut beda dengan para pelaku aksi damai sebelumnya. Para pelaku rusuh tersebut berasal dari Jawa Barat dan merencanakan bertemu dengan beberapa orang di Sunda Kelapa, disana mereka merencanakan penyerangan Asrama Polisi Petamburan dan Polisi sudah mempunyai bukti berupa rekaman, ujar Argo.

Para tersangka akan dikenakan pasal 170 KUHP pasl  212, 214, 217 atau  218 dan khusus tersangka di Petamburan ditambah pasal 187 tentang pembakaran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *