by

Dana Desa sangat bermanfaat untuk persempit ketimpangan dan mengurangi kemiskinan

Kabarnas, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan manfaat program dana desa, yang dilakukan pemerintah, tidak bisa dinikmati dalam waktu singkat, melainkan untuk jangka panjang.

“Manfaat dana desa baru akan dirasakan manfaatnya mungkin tidak tahun ini, tetapi ke depan, kita akan mendapatkan manfaat besar dari pembangunan-pembangunan ini. Kita harus meyakini itu,” kata Presiden saat sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/12).

Lebih lanjut, dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Presiden menjelaskan bahwa dana desa yang dikucurkan pemerintah ini berbeda dengan bantuan langsung sehingga manfaatnya pun tidak bisa dirasakan secara serta merta.

“Jangan inginnya instan, mana Pak manfaatnya? Ya, kalau seperti itu, paling mudah, bagi saja uang bantuan langsung. Masyarakat senang, tapi dampak ekonomi ke depannya tidak bisa,” kata Presiden.

Di hadapan para perangkat desa yang hadir, Kepala Negara menjelaskan bahwa dengan membangun infrastruktur ini sesungguhnya pemerintah tengah membangun fondasi negara.

“Kemudian nanti tahapan besar kedua itu membangun sumber daya manusia. Itu juga membangun fondasi, enggak bisa langsung dirasakan mendadak saat ini,” lanjutnya.

Sebagai sebuah negara besar, Presiden memandang tanpa pembangunan seperti itu Indonesia akan menjadi rapuh.

Sebagai perbandingan, dalam pembangunan jalan, Presiden mengatakan sejak jalan tol Jagorawi dibangun pada tahun 1978, Indonesia baru membangun jalan sepanjang 780 kilometer.

“Seribu saja tidak ada. Saat yang sama, ini saya bandingkan dengan Tiongkok, membangun sudah sekarang ini 280.000 kilometer. Karena berani sakit dulu, berani pahit dulu,” tuturnya.

Persempit Ketimpangan Di awal sambutannya, Presiden Joko Widodo mengimbau kepada masyarakat desa betul-betul memanfaatkan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah agar dapat mempersempit ketimpangan.

“Saya titip agar betul-betul kita kelola dana desa ini untuk kemanfaatan masyarakat kita yang ada di desa sehingga kita harapkan ketimpangan akan semakin bisa kita persempit, kemiskinan bisa kita hilangkan, pengangguran juga kita turunkan sebanyak-banyaknya. Arahnya ke sana,” ujarnya.

Presiden memberikan pandangannya bahwa selama ini pembangunan desa terpinggirkan.

“Oleh sebab itu, mulai 2015 saya sampaikan ini pembangunan harus dibalik, dimulai dari desa. Sejak 2015 kita tahu telah kita kucurkan Rp.20,7 triliun, kemudian 2016 Rp.47 triliun, kemudian 2017 Rp..60 triliun, 2018 Rp60 triliun, tahun depan Rp.73 triliun,” kata Presiden.

Dengan kucuran dana desa yang semakin meningkat tiap tahunnya itu, yang hingga saat ini sudah Rp.187 triliun anggaran dialokasikan pemerintah pusat untuk kurang lebih 74.900 desa di seluruh Indonesia. Sehingga Presiden berharap perputaran uang yang ada di desa dan daerah-daerah juga semakin meningkat.

“Kalau uang yang beredar itu semakin banyak otomatis kesejahteraan masyarakat dan penduduk di desa dipastikan meningkat,” ucapnya.

Pemanfaatannya pun saat ini sudah mulai tampak dengan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana.

Hasilnya “Jalan desa  sepanjang 158.000 kilometer, Posyandu sebanyak 18.000, PAUD 48.000 yang telah dibangun semuanya bersumber dari dana desa,” ujarnya.

Selain itu, 6.900 pasar kecil di desa-desa, juga 39.000 saluran irigasi dan 3.000 embung yang telah dibangun semuanya dari dana desa, tutur Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *