by

1000an purnawirawan TNI dan Polri dukung pasangan Jokowi

Kabarnas, Jakarta – Sekitar 1.000 orang purnawirawan dari TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU, dan Polri berkumpul di JI Expo Kemayoraan, Jakarta (10/2) mendeklarasikan dukungan pada Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden 2019-2024.

Deklarasi dukungan dibacakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tahun 1996-1998, Laksamana TNI (Purn) Arief Koesharyadi.

Tampak diantaranya para senior TNI AD, Jenderal Pur Wismoyo Arismunandar, mantan KSAD, ada juga Jenderal Pur Soebagyo HS, jenderal Pur Fahrur Rozi, Jenderal Pur Agum Gumelar, jenderal (Pur) Muchdi Pr.

Dalam sambutannya  Presiden Jokowi mengucapkan terimakasihnya atas dukungan dari para purnawirawan TNI dan Polri serta memberikan semangat kepada dirinya untuk bekerja lebih baik lagi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para senior, para purnawirawan TNI-Polri, dari mitra Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Kepolisian,” kata Jokowi, saat memberikan sambutan pada acara Silaturrahmi Purnawiran TNI dengan Presiden Joko Widodo, di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2)

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo menyatakan ingin bercerita sedikit soal pembangunan infrastruktur. Menurut Jokowi Indonesia adalah negara besar yang memiliki sekitar 17.000 pulau terbentang dari Sabang damai Merauke.

“Saya pernah terbang dari Banda Aceh sampai Wamena, sekitar sembilan jam. Itu sama saja terbang melintasi sembilan negara di Eropa. Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar,” katanya.

Menurut dia, membangun Indonesia tidak hanya membangun di Pulau Jawa, tapi harus di seluruh wilayah Indonesia. “Itu menunjukkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Diera kepemimpinannya, Jokowi menegaskan, memprioritaskan membangun dua hal yakni, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

“Kenapa saya membangun infrastruktur. Karena, dalam persaingan global, harus didukung oleh infrastruktur yang layak. Tanpa adanya Infrastruktur yang layak, Indonesia tidak bisa bersaing di dunia internasional,” katanya.

Prioritas pembangunan kedua, menurut Jokowi, adalah pembangunan SDM. Menurut dia, kalau SDM tidak dibangun, maka Indonesia sulit masuk ke dalam kelompok negara berpenghasilan menengah.

“Saya meyakini, dalam persaingan global ke depan, negara yang unggul adalah negara yang dapat bergerak cepat,” katanya.

Menurut Jokowi, kalau Indonesia menjadi negara cepat, maka akan dapat mengalahkan negara lambat. Trend ke depan, kata dia, bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, atau negara maju mengalahkan negara belum maju,” katanya.

Sementara  Menurut Koordinator deklarasi, Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu yang lalu mengatakan dukungan diberikan karena kinerja Jokowi sebagai presiden dianggap telah terbukti.

“Ada seribu purnawirawan yang akan mendeklarasikan dukungan untuk Pak Jokowi,” ujar Iskandar selaku Jubir #CAKRA19 saat membacakan teks deklarasi, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2019) lalu.

Mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI ini mengatakan, para purnawirawan menilai Jokowi adalah pemimpin yang teladan, jujur, dan bersih.

“Bahkan Jokowi juga tidak memiliki permasalahan keluarga sehingga selalu bekerja keras untuk membuat negara ini maju dalam segala hal. Kinerja Jokowi kita bisa lihat,” kata Iskandar.

Menurut dia, masifnya pembangunan infrastruktur di era Jokowi menjadi alasan lain para purnawirawan memberi dukungan. Sejumlah infrastruktur yang dianggap positif bagi pembangunan bangsa yang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi seperti jalan tol, bendungan, bandara, hingga pelabuhan.

“Makanya purnawirawan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polisi saat bertemu dalam dialog mengatakan mau mendukung,” katanya.

Untuk diketahui, dukungan dari purnawirawan TNI/Polri juga pernah didapat oleh capres/cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. September 2018 lalu, jumlah purnawirawan jenderal yang mendukung Prabowo-Sandi diklaim mencapai 300 orang.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Imam Sufaat yang turut memberikan dukungan  kepada capres/cawapres nomor urut 02 tersebut mengatakan, saat ini Indonesia masih berjuang keras untuk mengentaskan kemiskinan, memberantas kebodohan untuk mencapai kesejahteraan.

Tawaran ekonomi kerakyatan yang diusung Prabowo dinilai bisa jadi solusi.

Karena itu 300 purnawirawan jenderal itu siap berjuang untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *