by

Presiden Jokowi serahkan 3.000 sertifikat bagi warga Bogor

Kabarnas, Bogor – Berlokasi di Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor,  pada Sabtu (1/12), Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerahkan sebanyak 3.000 sertifikat sebagai tanda bukti dan hak hukum atas tanah untuk rakyat.

“Saya senang sekali setiap bertemu dengan masyarakat pada saat pembagian sertifikat. Kenapa saya senang? Karena setiap saya pergi ke kampung, desa, atau daerah semua keluhannya sama: sengketa lahan, sengketa tanah. Ada di mana-mana,” ujar Presiden di awal sambutan.

Untuk diketahui, sertifikat yang kali ini diserahkan diperuntukkan bagi ribuan warga dari empat kecamatan di Kabupaten Bogor.

Keempatnya ialah Kecamatan Cigudeg dengan 750 bidang tanah, Kecamatan Jasinga dengan 375 bidang tanah, Kecamatan Ciseeng dengan 1.500 bidang tanah, dan Kecamatan Gunung Sindur dengan 375 bidang tanah.

Untuk Provinsi Jawa Barat, pemerintah menargetkan menerbitkan sertifikat untuk 1.270.188 bidang tanah hingga akhir tahun 2018.

Sementara untuk keseluruhan Kabupaten Bogor, Menteri Agraria dan Tata Ruang telah menyanggupi untuk dapat menuntaskannya di tahun 2023 mendatang.

Kepala Negara mengatakan, ketiadaan sertifikat ini sering menyebabkan terjadinya perselisihan antarpihak.

Data tahun 2014, menyebutkan bahwa baru 46 juta bidang tanah di Indonesia yang memiliki sertifikat padahal di Indonesia tercatat ada 126 juta bidang tanah yang mestinya bersertifikat.

Oleh sebab itu, saya beri target  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN 2017, 5 juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun 2018 ini saya sudah perintah 7 juta sertifikat harus keluar, tahun depan 9 juta sertifikat harus keluar, tuturnya.

Dalam acara penyerahan tersebut, tampak hadir di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *