by

Dua Petugas KPK dianyiaya saat bertugas

Kabarnas, Jakarta – Dua orang petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami penganyiayaan saat bertugas di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/2) menjelang tengah malam.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (3/2) pihaknya sore ini, 93/2) pukul 15.30 WIB, telah melapor ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya (PMJ) tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas.

Menurut Febri, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/2), menjelang tengah malam di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,  saat itu KPK menugaskan penyelidiknya untuk melakukan pengecekan di lapangan.

Kedua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK, namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” tambah Febri.

KPK berharap peristiwa itu bisa diusut polisi hingga ditangkap siapa pelakunya. Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

“Untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawai, KPK telah membawa mereka ke RS untuk dilakukan visum.

“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” ucap Febri.

Sementera tim yang melaporkan ke Polda Metro Jaya menyampaikan beberapa informasi visual untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi ketika ditanya, Pegawai KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” ujar Febri.

KPK memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas.

“KPK berkoordinasi dengan Polda dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” tegas Febri.

Sementara Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengakui pegawai pemerintah daerah (Pemda) Papua malah “menangkap basah” petugas KPK karena membututi Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang melakukan rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) untuk membahas hasil ulasan Kemendagri terhadap RAPBD Papua Tahun Anggaran 2019.

Petugas KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas Enembe dan melihat ada percakapan “whatsapp” di telepon salulernya terkait kegiatan Lukas Enembe mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri itu. Rapat bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap APBD Papua.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *