by

Akan ada 60 Jabatan baru Pati TNI

Kabarnas, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Pimpinan TNI (Tentara Nasional) dan Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/1) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan mengenai restrukturisasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Akan ada jabatan untuk pati baru sebanyak 60 an yang nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke atas ke jabatan bintang.

Ada 60 jabatan bintang baik satu, dua, dan tiga, ujar Presiden Jokowi kepada wartawan usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2019, di Istana Negara, Jakarta Selasa (29/1) Siang

Presiden juga menyampaikan, bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Hukum dan HAM, dan juga Panglima TNI untuk merevisi batas usia pensiun terutama untuk tamtama dan bintara, dari  yang sekarang pensiunnya 53 ke 58. Tapi untuk ini, diakui Presiden harus merevisi undang-undang.

Mengenai alasan perubahan usia pensiun untuk tamtara dan bintara dari 53 ke 58 itu, Presiden Jokowi mengatakan, kalau umur 53 itu masih seger-segernya, masih produktif-produktifnya. Karena itu, pemerintah ingin disamakan dengan batas usia pensiun Polri, ya itu 58 tahun.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan bahwa sekarang ini dengan adanya revolusi industri generasi keempat, jilid keempat ini betul-betul harus kita respon dan terutama TNI dan Polri ini perlu merespon secara cepat. “Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita,” ujarnya.

Kepada peserta Rapim, Presiden mengingatkan, bahwa dunia ini berubah, landscape politik dunia berubah, landscape global ekonomi juga berubah, landscape sosial global juga berubah. Sehingga, kita harus merespon secara cepat perubahan-perubahan yang ada, baik di bidang ekonomi, di bidang politik, di bidang sosial.

Di negara-negara lain maupun di negara kita, biasanya memang teknologi itu dimulai dari untuk kepentingan militer. Dan sekarang ini juga, misalnya, penggunaan virtual reality, artificial intelligence, kemudian 3D 3D (Dimensi) printing, ujar Presiden.

“Kita harus mulai berani masuk ke hal-hal yang baru seperti itu. Pistol kalau dulu dari logam, sekarang ini dengan 3D printing bisa dari plastik,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, revolusi industri generasi keempat betul-betul menyebabkan perubahan-perubahan yang harus terus kita lihat, terus kita amati, sangat berbahaya sekali kalau kita tidak bisa mengikuti perubahan-perubahan teknologi seperti ini.

Rapim yang diikuti oleh  368 perwira tinggi yang terdiri dari 198 perwira tinggi (Pati) TNI, dan 170 Pati Polri itu dihadiri oleh sejumlah mantan Panglima TNI, yaitu  dan Jend. TNI (Pur) Try Sutrisno (juga Wakil Presiden ke-6 RI),  Jend. TNI (Pur) Moeldoko, dan Jend. TNI (Pur) Gatot Nurmantyo. Sedangkan mantan Kepala Polri (Kapolri) yang hadir terlihat Jend. Pol (Pur) Dai Bahtiar dan Jend. Pol (Pur) Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertahanan (Menhan) Rimayard Ryacudu, dan Menperin Airlangga Hartarto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *